Warta Mataram – Ajang MotoGP di Mandalika bukan hanya sekadar perlombaan selama tiga hari, melainkan sebuah panggung internasional yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) sepanjang tahun. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri (Umi Dinda), saat menghadiri peluncuran buku yang berjudul “MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata” di Gedung Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta.
Umi Dinda menegaskan pentingnya peran event olahraga bergengsi ini sebagai pengungkit pembangunan kawasan yang berkelanjutan. Dengan proyeksi dampak ekonomi yang bisa mencapai antara Rp2,7 triliun hingga Rp4,7 triliun, pemerintah provinsi NTB berkomitmen untuk memastikan bahwa momentum ini tidak berhenti setelah balapan selesai.
“Manfaat dari MotoGP harus dirasakan secara luas tidak hanya dalam waktu singkat, tetapi terus berlanjut untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa berbagai sektor dapat menikmati manfaat dari penyelenggaraan MotoGP, di antaranya:
- Pelaku UMKM: Meningkatnya jangkauan pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah.
- Seniman dan Budaya Lokal: Kesempatan untuk tampil di panggung global, termasuk pertunjukan tari daerah dan tradisi seperti Betabeq.
- Sektor Pariwisata: Peningkatan kunjungan wisatawan ke Lombok dan Sumbawa melalui kalender acara yang terintegrasi.
Dengan segala potensi ini, Umi Dinda menekankan bahwa MotoGP bukan hanya sebagai magnet untuk menarik perhatian dunia, melainkan sebagai langkah strategis untuk menjadikan Mandalika dan seluruh wilayah NTB sebagai destinasi yang hidup, mandiri, dan terus berkembang sepanjang tahun.
Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama untuk mewujudkan visi tersebut. Event ini diharapkan dapat menjadi titik balik yang memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pihak terkait.




