Ochi Rosdiana Akui Peka terhadap Dunia Gaib Sejak Kecil

WARTAMATARAM.COM – Ochi Rosdiana mengaku sudah memiliki kepekaan terhadap hal-hal di luar nalar sejak kecil. Ia menyebut, pengalaman itu sulit diingat secara detail karena terjadi saat masih belia.

“Aku dari kecil. Mungkin yang ini yang harus ditanya mama, soalnya aku lupa-lupa ingat kalau dulu-dulunya mulai dari kapan,” ujar Ochi Rosdiana saat ditemui di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2026).

Ochi bercerita, sejak duduk di bangku sekolah dasar, dirinya sudah terjun ke dunia hiburan. Menurut penuturan sang ibu, Ochi kecil kerap menangis sepulang syuting malam, meski tidak pernah menjelaskan apa yang dilihatnya saat itu.

“Tapi mama pernah cerita, kalau misalnya aku dulu syuting namanya aku masih kecil ya, aku dari SD kan mulai dunia entertain. Kalau pulang syuting malam atau petang gitu, mama sering lihat aku nangis. Cuman aku juga enggak menjelaskan apa yang aku lihat,” jelasnya.

Pengalaman serupa, kata Ochi, kembali dirasakan ketika sudah dewasa. Saat dalam perjalanan malam menuju lokasi syuting di Pelabuhan Ratu, ia tertidur di mobil lalu tiba-tiba terbangun dan menangis.

“Tapi terakhir tuh aku sempat waktu itu syuting ke Pelabuhan Ratu. Perjalanan malam kan niatnya biar enggak macet. Aku tidur di jalanan, terus di tengah-tengah jalan aku kebangun, tiba-tiba aku nangis. Itu pas aku udah besar, umur 20 tahunan lah,” tuturnya.

Pengalaman yang paling menyeramkan justru dialami asistennya saat syuting film Lingsir Wengi: Motel Malioboro. Ochi mengaku belum pernah melihat orang kerasukan secara langsung, meski dalam film tersebut ia memerankan karakter Putik yang juga mengalami kesurupan.

“Mendingan aku ceritain asistenku yang kesurupan aja deh. Soalnya aku enggak pernah melihat orang kesurupan yang benar-benar di depan mata. Sedangkan karakter Putik sendiri di film itu kan tentang kesurupan, dan seumur hidupku alhamdulillah aku enggak pernah kerasukan,” kata Ochi.

Ia menyebut sang asisten mengalami kerasukan cukup lama sejak dini hari hingga menjelang pagi, dengan sosok yang disebut berganti-ganti.

“Dia tuh kerasukan dari jam 02.00 subuh sampai jam 05.00 subuh enggak keluar-keluar. Itu tuh benar-benar hantunya keluar-masuk dan ganti-gantian. Dari anak kecil, terus ada ibu-ibu… capek banget,” ungkapnya.

Meski memiliki pengalaman tak biasa, Ochi memilih untuk menerima kepekaan yang dimilikinya. Ia berharap manusia dan makhluk halus dapat hidup berdampingan tanpa saling mengganggu.

“Aku sadar memang kita semua hidup berdampingan, tapi ya kita masing-masing aja, jangan saling ganggu. Berhubung akunya diberikan kepekaan sama Allah, jadi kadang suka bisa lebih merasakan,” pungkasnya.

iMedia
DITULIS OLEH

iMedia

iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.