WARTAMATARAM.COM – Muhammad Sarmuji resmi menjabat Menteri Perindustrian (Menperin) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Sarmuji mengaku baru menerima kepastian penunjukan dirinya pada Kamis pagi. Ia menyebut tugas yang diembannya cukup berat karena sektor industri diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi sekaligus menyerap lebih banyak tenaga kerja.
“Saya dapat kabar kepastiannya tadi pagi, ini adalah tugas yang barangkali cukup berat. Karena sektor industri harus jadi leverage atau jadi daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja,” kata Sarmuji.
Ia menegaskan kementeriannya akan mengidentifikasi dan membenahi berbagai persoalan di sektor industri secara bertahap. Menurut dia, industri yang memiliki kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi akan menjadi prioritas utama.
“Karena itu problemnya harus kita benahi satu per satu. Terutama industri yang berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja dan bisa menjadi pengungkit perekonomian tentu harus kita utamakan,” ujarnya.
Sarmuji, yang juga Sekretaris Jenderal Partai Golkar, menyebut sejumlah sektor seperti industri sepatu dan tekstil perlu mendapat perhatian khusus.
“Misalnya industri sepatu, industri tekstil, dan lainnya,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian dalam memperkuat sektor industri. Menurutnya, penguatan industri berkaitan erat dengan investasi, perdagangan, insentif fiskal, hingga hilirisasi.
Saat ditanya apakah Kementerian Perindustrian akan berada di bawah koordinasi kementerian koordinator yang baru, Sarmuji menjawab singkat, “Sepertinya, sepertinya.”




