WARTAMATARAM.COM – Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 1 Oktober 2026, setelah sempat tertekan di awal sesi akibat kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang mulai mereda.
Pada penutupan perdagangan, indeks Dow Jones naik 20,69 poin atau 0,04 persen menjadi 50.926,74. S&P 500 bertambah 14,94 poin atau 0,20 persen ke level 7.666,48, sementara Nasdaq Composite naik 10,53 poin atau 0,04 persen menjadi 26.871,60.
Sektor energi menjadi penopang utama dengan kenaikan 1,9 persen, seiring lonjakan harga minyak Brent lebih dari 4 dolar AS per barel. Kenaikan harga minyak terjadi setelah China menangguhkan ekspor bahan bakar, yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan dan inflasi.
Sektor teknologi juga menguat 0,8 persen. Saham Accenture melonjak dan ditutup di level tertinggi sejak 6 Maret setelah perusahaan itu memproyeksikan pertumbuhan pendapatan setahun penuh di atas ekspektasi pasar. Micron Technology turut naik 3 persen berkat proyeksi pendapatan yang lebih baik serta komitmen pelanggan senilai 32 miliar dolar AS.
Saham Constellation juga menguat setelah perusahaan menandatangani kesepakatan pasokan listrik selama 20 tahun dengan Amazon. Penguatan sejumlah saham tersebut membantu bursa mengakhiri perdagangan di zona positif meski pasar sempat bergerak melemah pada awal sesi.
Tekanan di awal perdagangan dipicu kenaikan imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun ke level tertinggi dalam 24 tahun. Sejumlah data ekonomi yang menunjukkan pasar tenaga kerja masih kuat dan tekanan harga tetap ada membuat pelaku pasar khawatir Federal Reserve akan mempertahankan atau kembali menaikkan suku bunga.
Namun, imbal hasil obligasi kemudian berbalik turun setelah investor kembali membeli Treasury dan sejumlah pejabat The Fed mengisyaratkan perlunya bersabar sebelum kembali menaikkan suku bunga. Pasar kini juga memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Oktober jauh lebih rendah.




