Warta Mataram – Lombok Tengah – Seorang oknum Kepala Dusun inisial HTI di Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, kini tengah menjadi sorotan. Ia diduga terlibat dalam kegiatan kampanye untuk salah satu calon kepala desa dengan memanfaatkan program bantuan pemerintah, yaitu Bantuan Bahan Pangan (Bapang).
Informasi yang berhasil dihimpun menunjukkan bahwa HTI tidak hanya menjabat sebagai Panitia dan Kepala Dusun, tetapi juga merupakan bagian dari Tim Sukses (Timses) untuk calon kepala desa tersebut. Tindakan ini menimbulkan pertanyaan mengenai integritas jabatannya sebagai perangkat desa.
Anwar Sadat, seorang pemuda setempat, mengungkapkan penyesalannya terhadap tindakan HTI. Ia menyatakan bahwa penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan politik sangat disayangkan.
“HTI seharusnya menjaga netralitas, tetapi ia justru tampil jelas sebagai pendukung salah satu calon. Kami merasa tindakan ini melanggar prinsip-prinsip demokrasi yang seharusnya dijunjung tinggi,” ujar Anwar kepada media.
Menurut Anwar, tindakan HTI bertentangan dengan UU No. 3 Tahun 2024 dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 16 Tahun 2026 yang mengatur tentang pemilihan kepala desa. Aturan ini menekankan pentingnya netralitas dalam proses pemilihan dan melarang praktik kampanye yang tidak etis.
- Politik Uang: Larangan terhadap calon kepala desa dan tim kampanye untuk memberikan imbalan dalam bentuk uang atau materi lainnya, termasuk manipulasi bantuan dari pemerintah untuk kepentingan pribadi.
- Sanksi Administratif: Berdasarkan Permendagri No. 65 Tahun 2017, jika terbukti melakukan praktik politik uang secara masif, calon kepala desa dapat dikenakan sanksi berat berupa diskualifikasi dari pemilihan.
Anwar menegaskan, mereka tidak menentang salah satu calon, melainkan berharap pemerintah setempat dapat membimbing dalam menciptakan pemimpin yang memiliki integritas dan bertanggung jawab. “Kami ingin belajar bagaimana melahirkan pemimpin yang jujur, adil, dan akuntabel,” pungkasnya.
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada respons dari HTI yang dihubungi media melalui via WhatsApp.




