Awas, Ini Bahaya Tukar Posisi Ban Depan dan Belakang Motor

WARTAMATARAM.COM – Menukar posisi ban depan dan belakang motor ternyata bukan hal sepele. Kebiasaan ini dapat memengaruhi handling, kenyamanan, hingga keselamatan saat berkendara.

Technical Training Coordinator Astra Motor Yogyakarta, Danang Priyo Kumoro, menjelaskan bahwa pemilik motor perlu memahami jenis ban yang digunakan, terutama antara tube tire dan tubeless. Ban tube tire menggunakan ban dalam dan bisa dipasang pada velg cast wheel maupun spoke wheel. Sementara itu, ban tubeless dirancang tanpa ban dalam dan dinilai lebih awet karena materialnya lebih padat, lebih tebal, serta lebih tahan bocor.

Danang juga mengingatkan agar pengendara tidak menukar ban depan ke belakang, atau sebaliknya, karena karakter ban pada tiap posisi berbeda. Jika dipasang tidak sesuai tempatnya, motor bisa terasa kurang stabil dan berisiko mengganggu keselamatan berkendara.

Selain posisi ban, tekanan angin juga perlu diperiksa secara rutin sesuai standar. Tekanan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat membuat motor tidak stabil dan mempercepat kerusakan ban.

Dari sisi usia pakai, ban disarankan segera diganti jika sudah mencapai empat tahun, menempuh lebih dari 40.000 kilometer, atau kembang ban sudah menyentuh tanda Tread Wear Indicator (TWI). TWI menjadi penanda batas keausan ban yang masih layak digunakan.

Danang juga menyarankan pengendara untuk tidak berlebihan menggunakan cairan pengkilap ban serta membersihkan ban saat kondisi kotor sebelum disimpan agar kualitas karet tetap terjaga.

iMedia
DITULIS OLEH

iMedia

iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.