WARTAMATARAM.COM – Bunyi tidak dapat merambat di ruang hampa udara karena gelombang suara membutuhkan medium atau zat perantara untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Secara ilmiah, bunyi tergolong gelombang mekanik yang berasal dari getaran suatu benda. Saat sumber bunyi bergetar, partikel-partikel di sekitarnya ikut terdorong dan tertarik, lalu meneruskan getaran itu ke partikel lain hingga sampai ke telinga manusia.
Medium perambatan bunyi bisa berupa zat padat, cair, maupun gas. Itulah sebabnya suara bisa terdengar melalui udara, merambat di dalam air, bahkan dihantarkan melalui benda padat seperti dinding atau meja.
Berbeda dengan itu, ruang hampa hampir tidak memiliki partikel materi. Kondisi ini membuat getaran dari sumber bunyi tidak memiliki “penghubung” untuk diteruskan. Akibatnya, energi suara tidak bisa sampai ke pendengar.
Gambaran sederhananya seperti pesan yang harus disampaikan secara berantai. Jika tidak ada satu pun orang di antara pengirim dan penerima, pesan tersebut tidak akan pernah sampai. Hal serupa terjadi pada bunyi di ruang hampa.
Fenomena ini bisa dilihat pada kondisi di luar angkasa yang sebagian besar merupakan ruang hampa. Karena tidak ada medium yang cukup, suara tidak dapat merambat seperti di Bumi.
Dengan demikian, bunyi tidak bisa merambat di ruang hampa udara karena sifat dasarnya yang membutuhkan partikel sebagai perantara getaran.




