WARTAMATARAM.COM – Pabrik sel baterai PT CATIB di Karawang, Jawa Barat, dilaporkan sudah rampung dan mulai beroperasi secara bertahap. Meski demikian, peresmian fasilitas tersebut masih menunggu jadwal resmi Presiden Prabowo Subianto.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika mengatakan pabrik berkapasitas 6,9 GWh itu telah menyelesaikan tahap pembangunan. “Insyaallah, kayaknya sudah (rampung), ya. (Peresmiannya) tinggal tunggu jadwal Pak Presiden,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM.
Erani juga menegaskan bahwa pabrik tersebut sudah mulai beroperasi, meski belum sepenuhnya berjalan penuh. “Sudah mulai beroperasi, walaupun mungkin masih bertahap, ya. Tapi sudah mulai beroperasi,” katanya.
Presiden Prabowo sebelumnya meletakkan batu pertama proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium Antam-IBC-CBL di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Karawang, pada Juni 2025.
Pada awal Februari 2026, Director of Corporate Public Affair PT CATIB Bayu Hermawan menyebut pengembangan pabrik baterai kendaraan listrik itu memiliki nilai investasi sekitar Rp7 triliun. Proyek tersebut juga diklaim menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja.
Dalam operasionalnya, pabrik ini menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 18 MWh sebagai bagian dari komitmen ramah lingkungan.
Sebelumnya, Presiden Direktur Indonesia Battery Corporation (IBC) Aditya Farhan Arif menjelaskan bahwa pabrik CATIB akan memasok baterai untuk kendaraan listrik serta energy storage system (ESS). Pada tahap awal, pabrik ini memproduksi baterai jenis LFP yang saat ini menguasai pasar Indonesia, serta baterai berbasis nikel.




