Pemprov NTB Pastikan Keamanan Warga di Kawasan Timur Tengah

04 Mar 2026 • 14:12 iMedia

Warta Mataram – Dalam menghadapi meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan bahwa seluruh warga NTB yang berada di kawasan tersebut berada dalam kondisi aman dan terus dipantau secara intensif oleh perwakilan Republik Indonesia di setiap negara tempat mereka tinggal.

Pernyataan ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik. Ia menyampaikan informasi tersebut setelah melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Dr. Aidy Furqon, serta mendapatkan laporan resmi dari kementerian terkait.

Dari data yang diperoleh dari laman CNC.BP2MI.go.id, yang dikelola oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), terdapat 155 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB yang berada di Timur Tengah. Rinciannya, 144 orang bekerja di Arab Saudi, 10 orang di Uni Emirat Arab, dan 1 orang di Kuwait.

Di antara PMI tersebut, terdapat 86 lelaki dan 69 perempuan yang berasal dari berbagai daerah di NTB. Lombok Tengah menjadi daerah dengan jumlah PMI terbanyak, yaitu 47 orang, diikuti Sumbawa dengan 32 orang, Lombok Timur 31 orang, Lombok Barat 21 orang, dan Kota Mataram 18 orang. Wilayah lain yang menyumbang PMI adalah Dompu, Sumbawa Barat, Lombok Utara, dan Kota Bima.

Kebanyakan PMI ini bekerja dalam sektor jasa, termasuk layanan personal dan domestik, serta tersebar di sektor akomodasi, penyediaan makanan, kesehatan, sosial, pertambangan, industri pengolahan, dan konstruksi. Dr. Ahsanul Khalik menyatakan, “Menurut laporan terakhir, semua PMI asal NTB dalam keadaan baik dan tidak berada di zona konflik. Mereka diawasi oleh KBRI dan KJRI sesuai area penempatan masing-masing.”

Pemerintah Provinsi NTB juga terus memantau keberadaan jama’ah umroh asal NTB di Arab Saudi. Berdasarkan informasi dari Kementerian Haji dan Umroh Provinsi NTB, hingga 2 Maret 2026, terdapat 1.415 jamaah yang berangkat ke Jeddah sejak 19 Februari 2026. Dari jumlah tersebut, 43 jamaah telah kembali ke Indonesia, sedangkan 1.372 jamaah masih berada di Arab Saudi dalam keadaan aman.

Dr. Ahsanul Khalik menegaskan bahwa keamanan warga NTB di luar negeri menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah telah menyiapkan mekanisme koordinasi cepat jika situasi memburuk. “Kami memahami kekhawatiran keluarga di NTB, tetapi hingga saat ini tidak ada laporan bahwa warga NTB terpengaruh oleh konflik. Kami akan terus memberikan informasi terkini secara resmi,” ujarnya.

Dalam situasi ini, Pemprov NTB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mengandalkan informasi resmi terkait keselamatan warga NTB yang berada di luar negeri.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya