Sentuhan Humanis Polairud NTB: Ajak Anak-anak Tinggalkan Laut Jelang Magrib di Pantai Tanjung Karang

28 Mar 2026 • 21:10 Redaksi

Warta Mataram – Mataram — Aparat dari Polairud NTB menunjukkan ketegasan dalam menjaga keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak yang masih mandi di pantai saat waktu sudah menjelang magrib, sekitar pukul 18.00 WITA.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Pantai Tanjung Karang yang saat itu dipadati pengunjung karena bertepatan dengan perayaan Lebaran Ketupat. Suasana pantai yang ramai membuat banyak anak-anak tetap bermain air hingga sore hari.

Dalam patroli rutin, petugas mendapati sejumlah anak masih asyik berenang meskipun kondisi mulai gelap. Aparat kemudian langsung memberikan imbauan tegas namun persuasif agar anak-anak segera keluar dari laut dan kembali ke daratan.

“Kami mengingatkan dengan tegas namun tetap humanis. Ini demi keselamatan mereka sendiri, apalagi kondisi sudah mulai gelap,” ujar salah satu petugas di lapangan.

Ketegasan aparat tersebut mendapat respons positif dari warga yang berada di lokasi. Salah seorang pengunjung, Rahmat (35), mengaku merasa lebih tenang dengan adanya tindakan cepat dari petugas.

“Kami sebagai orang tua sangat senang dan terbantu. Kadang anak-anak ini susah disuruh naik kalau sudah main air. Dengan adanya polisi, mereka jadi lebih patuh. Ini bagus demi keselamatan,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Siti (29), warga setempat, yang menilai kehadiran aparat sangat penting terutama saat momen keramaian seperti Lebaran Ketupat.

“Pantai memang ramai sekali hari ini. Kehadiran polisi sangat membantu menjaga anak-anak supaya tidak bermain sampai terlalu malam,” katanya.

Polairud NTB pun mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anak, terutama saat berada di kawasan pantai. Pengawasan ekstra diperlukan, terlebih di momen libur dan perayaan yang menyebabkan lonjakan pengunjung.

Patroli di kawasan pesisir akan terus ditingkatkan, khususnya pada jam-jam rawan menjelang malam, guna memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.

Redaksi
Penulis.