Warta Mataram – Lombok Tengah – Sebuah langkah penting dalam perjalanan demokrasi legislatif tingkat desa di Kabupaten Lombok Tengah terjadi baru-baru ini. Perwakilan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang mewakili 16 desa di Kecamatan Janapria, telah melaksanakan Musyawarah Kecamatan (Muscam) untuk membentuk Forum Badan Permusyawaratan Desa (F-BPD) Kecamatan Janapria masa bakti 2026-2034. Pertemuan ini berlangsung pada Jumat, 4 September 2026, di Aula Kantor Camat Janapria.
Rapat Pleno Gabungan tersebut cukup dinamis, dengan berbagai gagasan dan pendapat yang disampaikan oleh anggota BPD senior dan anggota baru. Pertemuan yang dihadiri 48 utusan resmi dari 16 desa ini berhasil mencapai kesepakatan untuk memilih jajaran pengurus inti secara mufakat.
Dalam forum itu, Muhamad Subur, S.Pd, yang menjabat sebagai Ketua BPD Desa Selebung Rembiga, terpilih sebagai Ketua Umum F-BPD Kecamatan Janapria. Dia akan dibantu oleh Abdul Hannan, M.Pd, selaku Wakil Ketua yang berasal dari BPD Desa Lingkok Berenga, Rahaman, S.Pd, sebagai Sekretaris dari BPD Desa Loang Maka, dan Satria, S.Sos, sebagai Bendahara yang mewakili BPD Desa Bakan. Pengurus ini akan menjalankan tugas mereka selama delapan tahun sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perubahan UU Desa.
Camat Janapria, Lalu Marzawan Supriyadi, S.Sos, membuka acara resmi sekaligus bertindak sebagai narasumber utama. Dia menyambut baik pembentukan forum ini dan menekankan pentingnya F-BPD sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengelola regulasi dan mengawasi pembangunan di tingkat desa.
Dalam sambutan perdananya, Muhamad Subur menyatakan bahwa intensitas diskusi selama rapat mencerminkan komitmen anggota BPD untuk menjaga integritas lembaga. Dia menekankan bahwa forum ini tidak berfungsi sebagai pesaing bagi para Kepala Desa, melainkan sebagai rekan dialog yang konstruktif dan kritis.
“Kehadiran Forum BPD Janapria ini didasari oleh nilai kekeluargaan untuk menyamakan pandangan dalam administrasi, meningkatkan kapasitas legislasi, dan membangun klinik pembelajaran bersama,” ujar Subur. “Hari ini, kami menyatukan semua perbedaan pendapat. Kini 16 desa di Janapria adalah satu keluarga besar yang bergerak bersama,” tambahnya.
Rencana Peningkatan Kapasitas BPD
Dalam rangka memperkuat BPD yang baru, Muhamad Subur memaparkan rencana kerja untuk segera diimplementasikan. Diingatkan bahwa sebagian besar anggota BPD Kecamatan Janapria adalah wajah baru yang baru saja dilantik. Oleh karena itu, forum ini akan memprioritaskan program Peningkatan Kapasitas (Capacity Building) dalam waktu dekat. F-BPD Janapria mendesak agar Pemerintah Daerah segera memberikan pendampingan melalui pelatihan.
Dalam waktu dekat, F-BPD berencana menyelenggarakan Pelatihan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan menghadirkan narasumber dari Dinas PMD Kabupaten Lombok Tengah dan Kejaksaan Negeri. “Banyak anggota BPD yang baru dilantik dan perlu mendapatkan pembekalan dari Pemda. Oleh karena itu, Bimtek dari Dinas PMD dan Kejaksaan sangat penting dilaksanakan segera,” jelas Subur.
Dia menegaskan bahwa fokus utama mereka akan terletak pada pengawasan Dana Desa yang akuntabel dan teknik legislasi dalam penyusunan Peraturan Desa yang baik, agar anggota BPD tidak salah langkah dalam menjalankan tugas.
Menjaga Netralitas dalam Pilkades
Selain program pembekalan internal, agenda besar yang diusung dalam Garis Besar Program Kerja Bersama (GBPKB) adalah mengawal pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak yang akan dilaksanakan pada 29 Oktober 2026. Kecamatan Janapria menjadi salah satu wilayah yang akan berpartisipasi dalam kontestasi ini.
Setelah pengesahan struktur pengurus, seluruh utusan dari 16 desa bersama Camat Janapria, Lalu Marzawan Supriyadi, S.Sos, melakukan ikrar dan menandatangani Deklarasi Pernyataan Sikap Pilkades Damai. Dalam deklarasi tersebut, F-BPD Kecamatan Janapria menggarisbawahi komitmen untuk menjaga netralitas lembaga, serta menolak segala bentuk politik uang dan penyebaran informasi yang meresahkan di masyarakat.
“Pilkades Serentak pada 29 Oktober adalah ujian integritas bagi kami. Kami berkomitmen untuk menjadi pendorong damai di tengah masyarakat demi terwujudnya demokrasi desa yang transparan dan jujur,” tutup Subur.
Sementara itu, Ketua Forum BPD Loteng Rindawanto Evendi, atau Rindhot, juga menyampaikan apresiasi kepada Camat Janapria atas dukungannya. Dia sangat menghargai upaya BPD Kecamatan Janapria dalam menyatukan visi demi menjaga stabilitas desa. “Terima kasih, Pak Camat, atas perhatian kepada rekan-rekan BPD,” katanya.




