WARTAMATARAM.COM – Kontingen atlet tuli Indonesia menggalang donasi di kawasan Car Free Day untuk membiayai keikutsertaan mereka dalam Asia Pacific Deaf Multi-Sport Championships 2026 di Malaysia.
Langkah open donasi itu memicu perhatian publik setelah beredar informasi bahwa kebutuhan dana mereka masih cukup besar, yakni sekitar Rp700 juta untuk transportasi dan akomodasi.
Menurut unggahan sejumlah akun di platform X, para atlet tuli Indonesia sebelumnya telah mencoba berbagai cara untuk mencari dukungan pendanaan. Namun, upaya tersebut disebut belum membuahkan hasil. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga disebut menolak pendanaan dengan alasan efisiensi.
Di sisi lain, publik menyoroti anggaran Kemenpora yang disebut mencapai sekitar Rp2,4 miliar untuk sejumlah pos belanja, termasuk jasa sewa kendaraan dinas jabatan pejabat eselon I periode Mei-Desember serta konsumsi.
Salah satu akun X menyoroti anggaran sekitar Rp1,3 miliar untuk sewa kendaraan dinas jabatan pejabat eselon I, sementara pos konsumsi disebut mencapai Rp198,35 juta. Perbandingan itu memunculkan kritik karena para atlet justru harus turun langsung meminta donasi demi bisa membawa nama Indonesia di ajang internasional.
Unggahan soal kondisi tersebut kemudian ramai diperbincangkan warganet. Sebagian menilai pemerintah seharusnya memberi perhatian lebih besar kepada para atlet difabel yang tengah berjuang mengharumkan nama bangsa.
Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi tambahan dari Kemenpora terkait sorotan publik atas alokasi anggaran tersebut.




