WARTAMATARAM.COM – Adipati Dolken kembali menantang diri lewat proyek film terbarunya, Mojoku Hilang!, yang disutradarai Min Lim dan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 28 Agustus mendatang.
Berbeda dari peran-peran sebelumnya, kali ini Adipati harus membangun chemistry dengan seekor sapi bernama Mojo yang menjadi pusat cerita film tersebut.
Dalam sesi tanya jawab pada press screening Mojoku Hilang! di CGV fX Sudirman, Jakarta, Senin (24/8/2026), Adipati mengungkap prosesnya menjalin kedekatan dengan Mojo tidak selalu mudah.
“Membangun chemistry sama Mojo memang lumayan ada prosesnya. Setiap hari kami bangun pagi untuk memandikan dia, memberikan makan, dan ngobrol, walaupun sebenarnya aku yang ngobrol sendiri karena dia cuma diam,” ujar Adipati.
Ia menjelaskan, selama proses syuting, tim harus menyesuaikan diri dengan suasana hati Mojo agar sapi tersebut merasa nyaman dan mau berinteraksi.
“Kalau dia enggak mau makan, kami pancing-pancing supaya dia mau makan dan bergerak. Kalau tetap enggak mau, ya sudah, kami duduk saja dulu menunggu dia mau makan lagi. Memang lumayan sulit, tapi itu prosesnya dan kami menikmati itu,” tuturnya.
Tak hanya saat syuting, Adipati juga menghadapi tantangan sejak tahap casting. Ia mengaku sempat membuat hingga 20 video untuk audisi karena merasa hasilnya belum cukup memuaskan.
“Aku sampai bikin 20 kali video untuk casting karena aku merasa enggak bagus-bagus. Jadi kayak masih kurang, masih kurang, masih kurang. Aku juga membalas tawaran mereka lumayan lama karena enggak yakin bisa. Tapi akhirnya aku kirim 20 video dan diterima,” katanya.
Selain itu, proses reading juga menjadi tantangan tersendiri karena Adipati sempat kesulitan menggunakan bahasa Melayu. Menurutnya, rekan-rekan pemain sempat kecewa, tetapi mereka tetap membantu hingga ia bisa beradaptasi.
“Waktu reading, mereka sempat kecewa karena ternyata aku enggak bisa bahasa Melayu. Tapi mereka sabar sampai akhirnya aku dibantuin sama semuanya,” ucapnya.
Mojoku Hilang! mengisahkan Adi, seorang pegawai korporat di perusahaan peternakan Moo Magic yang berambisi naik jabatan. Dalam upayanya, ia melakukan branding besar-besaran terhadap Mojo, sapi viral yang menjadi perhatian di media sosial.
Namun, langkah itu memicu masalah karena dianggap mengeksploitasi hewan dan menimbulkan keberatan dari peternak lokal di Perlis. Konflik makin berkembang saat Mojo diculik oleh warga setempat, membuat Adi harus menyamar sebagai orang kampung untuk mendekat dan berbaur dengan masyarakat.
Di tengah usahanya membawa pulang Mojo, Adi juga berhadapan dengan Ayu, sosok perempuan desa yang tegas dan menarik perhatiannya. Kisah ini pun membawa penonton pada pertanyaan apakah Adi berhasil menemukan Mojo sekaligus memenangkan hati Ayu.




