Warta Mataram – Lombok Tengah – Istilah Begawe Ngulat dalam bahasa Sasak dapat diterjemahkan sebagai Berkarya lewat Anyaman. Secara umum, makna dari Begawe adalah bekerja, dan dalam konteks budaya lokal, istilah ini lebih sering merujuk pada tradisi pesta atau hajatan besar yang melibatkan kerja gotong royong dari seluruh warga desa.
Pada hari Minggu, 18 Oktober 2026, Desa Beleka, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), menjadi tuan rumah untuk event budaya pertama Begawe Ngulat. Inisiatif penyelenggaraan acara ini diprakarsai oleh sekelompok pemuda setempat, salah satunya adalah Rindawanto Evendi, yang akrab disapa Rindhot.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Loteng, Lalu Muhammad Hatta S.Sos, bersama dengan jajaran Forkopimda Loteng. Dalam sambutannya, Hatta menekankan pentingnya keahlian tangan para pengrajin yang telah mengangkat hasil karya leluhur hingga dikenal di kancah internasional, serta berperan dalam meningkatkan ekonomi lokal. “Desa Beleka telah lama dikenal sebagai pusat pengrajin rotan dan aneka anyaman yang menghasilkan karya-karya indah. Keberadaan kami dikenal tidak hanya di NTB, tetapi juga di daerah lain dan hingga mancanegara sebagai salah satu sentra kerajinan rotan ketak,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kebudayaan Provinsi NTB, Lalu Abdurrahim, SPd. M.H, juga diberi kesempatan untuk memberikan komentar terkait Begawe Ngulat. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi dan kebersamaan sangat penting dalam menciptakan karya-karya yang indah dari keahlian tangan para pengrajin. Lebih lanjut, ia berbagi pesan melalui syair yang indah tentang pentingnya menjaga silaturahmi dan menghindari perpecahan. Menurutnya, “Pintu yang paling lebar adalah pintu hati, dan simpul tali yang paling kuat adalah tali silaturahmi. Mari kita jaga hati dan hubungan kita,” pesan Abdurrahman.
Ia juga menambahkan bahwa kerajinan ngulat merupakan salah satu indikator kemajuan kebudayaan di NTB. Sementara itu, Bupati Loteng yang diwakili oleh Drs. Lalu Rinjani M.Si, Asisten II Setda Loteng, berharap agar kegiatan Begawe Ngulat dapat menghilangkan stigma negatif yang ada tentang Desa Beleka. Menurutnya, keberadaan kerajinan ini adalah warisan budaya yang harus dijaga dan dipromosikan lebih baik lagi.
Salah satu anggota panitia acara, Jovi Hendrayani, SH, juga mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran para tamu undangan. “Ini adalah yang pertama kalinya kami mengadakan acara seperti ini, dan semoga dukungan dari pemerintah, baik daerah maupun pusat, terus mengalir untuk kegiatan-kegiatan seperti ini di masa depan,” ucapnya.
Rindhot dan Jovi, sebagai tokoh pemuda setempat, juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, Sekda, dan terutama kepada Kadis Pariwisata Loteng atas dukungan yang luar biasa terhadap masyarakat. Rindhot menambahkan, “Kami sangat berterima kasih kepada abangda Bajang Atta yang telah berupaya mengubah stigma publik dan menyelamatkan generasi melalui program ini. Semoga beliau di masa depan diamanahkan menjadi pemimpin besar di republik ini,” tutupnya.




