Ekonomi & Bisnis
Kreator Konten yang Menjadi Tahanan Algoritma
Ketika viral menjadi tujuan utama, sebagian kreator rela merekayasa emosi. Ironisnya, mereka bukan lagi mengendalikan algoritma, melainkan menjadi tahanan algoritma itu sendiri.
Ketika viral menjadi tujuan utama, sebagian kreator rela merekayasa emosi. Ironisnya, mereka bukan lagi mengendalikan algoritma, melainkan menjadi tahanan algoritma itu sendiri.
Di era media sosial, views, likes, dan engagement sering dianggap sebagai tanda keberhasilan. Padahal, perhatian digital belum tentu berubah menjadi keuntungan. Lalu, metrik apa yang sebenarnya harus dikejar…
WARTAMATARAM.COM - Akademisi dan praktisi hukum diminta berani melampaui dogmatisme hukum klasik dalam memandang algoritma. Mereka juga diingatkan untuk tidak lagi memperlakukan algoritma sebagai entitas yang kebal hukum…