Identitas Sejak Tarikan Napas

WARTAMATARAM.COM – Di balik tangis pertama seorang bayi, sesungguhnya lahir pula hubungan hukum antara negara dan warganya. Selama bertahun-tahun, banyak keluarga di Indonesia mengenal proses administrasi kependudukan sebagai rangkaian urusan yang panjang dan melelahkan.

Bayi lahir lebih dulu, sementara akta kelahiran, Nomor Induk Kependudukan (NIK), hingga pembaruan Kartu Keluarga menyusul berhari-hari, bahkan berbulan-bulan kemudian.

Kota Surabaya, Jawa Timur, mencoba membalik cara pandang tersebut. Begitu bayi lahir dari orang tua yang ber-KTP atau Kartu Keluarga Surabaya, tiga dokumen administrasi kependudukan langsung diterbitkan tanpa biaya, yakni akta kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), dan pembaruan Kartu Keluarga.

Pemerintah Kota Surabaya menargetkan seluruh dokumen itu selesai paling lambat dalam waktu 1 x 24 jam melalui kerja sama dengan 69 rumah sakit serta lebih dari 150 fasilitas kesehatan dan puskesmas.

Sekilas, layanan ini tampak hanya sebagai inovasi birokrasi. Namun, maknanya lebih besar. Negara tidak lagi hadir setelah warga meminta pelayanan, melainkan hadir bersamaan dengan lahirnya kehidupan baru. Inilah perubahan paradigma pelayanan publik yang patut menjadi perhatian.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya