Kasus Dugaan Asusila Oknum Perangkat Desa Pelambik Berlanjut, Polisi Diduga Masuk Angin

Warta Mataram – Lombok Tengah – Perkembangan terbaru mengenai kasus dugaan tindakan asusila yang melibatkan seorang perangkat desa dari Desa Pelambik, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, kembali menarik perhatian publik. Hingga saat ini, pihak keluarga pelapor masih mempertanyakan kelanjutan proses hukum karena terlapor disebut belum dapat ditemukan oleh pihak kepolisian.

Kasus ini diajukan oleh Satriawan dan hingga kini belum masuk ke tahap penyelesaian hukum yang dapat memberikan kepastian bagi pelapor. Awalnya, laporan dugaan ini ditangani oleh Polsek Praya Barat Daya sebelum akhirnya diteruskan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lombok Tengah untuk penyelidikan lebih lanjut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pihak pelapor berharap agar aparat penegak hukum segera mengambil tindakan yang jelas untuk menghadirkan terlapor sehingga bisa menjalani proses pemeriksaan sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku. “Kami hanya meminta kepastian hukum. Masyarakat biasa juga berhak mendapatkan perlakuan hukum yang adil,” kata sumber yang dekat dengan keluarga pelapor.

Keluarga pelapor berpendapat bahwa lamanya penanganan kasus ini dapat menimbulkan keresahan di masyarakat. Mereka berharap bahwa tidak ada kesan bahwa seseorang yang menduduki posisi tertentu dalam pemerintahan desa mendapatkan perlakuan yang berbeda dalam proses hukum.

Sementara itu, hingga berita ini dituliskan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian mengenai alasan mengapa terlapor belum dapat ditemukan atau langkah selanjutnya yang akan diambil dalam perkara ini.

Para pengamat hukum menyatakan bahwa dalam setiap laporan dugaan tindak pidana, aparat penegak hukum wajib memastikan semua tahapan penyelidikan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Di sisi lain, setiap individu yang dilaporkan tetap memiliki hak atas asas praduga tidak bersalah sampai adanya keputusan hukum yang berkuasa tetap.

Masyarakat Desa Pelambik kini menantikan tindakan konkret dari aparat penegak hukum agar kasus ini tidak berlarut-larut dan memberikan kepastian bagi semua pihak yang terlibat. “Hukum harus hadir, tidak hanya untuk mereka yang memiliki kekuasaan, tetapi juga untuk masyarakat biasa yang mencari keadilan,” ungkap salah satu warga desa.

Tw
Inspira Media yang berfokus pada pengembangan daerah, ekonomi kreatif, kewirausahaan, dan kepemudaan. Berbekal pengalaman sebagai praktisi bisnis dan pengembang ekosistem kreatif di Nusa Tenggara Barat