Dinkes NTB Soroti Peningkatan Penyakit Tidak Menular di Kalangan Remaja
Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyoroti tren peningkatan penyakit tidak menular (PTM) yang kini mulai menyerang anak usia produktif, termasuk remaja sekolah. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Lalu Hamzi Fikri, mengaitkan fenomena ini dengan rendahnya literasi kesehatan serta maraknya konsumsi makanan dan minuman manis yang menyebabkan peningkatan kasus anemia, hipertensi, dan diabetes melitus di kalangan generasi muda.
Dalam sepuluh tahun terakhir, dr. Fikri mencatat angka PTM di NTB terus meningkat, bahkan mencapai lebih dari 60 persen. Penyakit seperti hipertensi, diabetes melitus, dan kolesterol sudah menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. “Ini berkaitan erat dengan pola hidup dan kebiasaan konsumsi makanan serta minuman manis yang semakin dominan,” jelasnya pada Rabu (20/8/2025).
Pemeriksaan kesehatan gratis di beberapa sekolah menunjukkan indikasi kasus anemia di kalangan siswa. Menurut Fikri, data ini dapat dijadikan profil kesehatan sekolah untuk dasar kebijakan dan intervensi kesehatan. “Kalau sekolah tahu profil kesehatannya, mereka bisa segera melakukan langkah pencegahan,” tambahnya.
Gerakan Sekolah Sehat dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) menjadi ujung tombak pencegahan. Dinkes NTB mendorong pengaktifan kembali UKS dengan edukasi mengenai pola makan seimbang, olahraga rutin, dan literasi kesehatan. “Anak-anak perlu menjadi agen perubahan dan diajarkan untuk tidak tergoda jajanan sekolah tinggi gula,” tegas Fikri.
Ia menekankan bahwa PTM bukan hanya masalah orang dewasa, tetapi juga remaja. Semakin banyak kasus pasien muda menjalani cuci darah akibat komplikasi diabetes melitus. Fikri berharap gerakan preventif ini semakin masif agar masyarakat NTB lebih sehat dan generasi muda tidak rentan terhadap penyakit yang sebenarnya bisa dicegah.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
