Yogyakarta Angkat Potensi Wisata Sungai Lewat Winongo Art Festival
WARTAMATARAM.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Kemantren Ngampilan berupaya mengangkat potensi pariwisata berbasis sungai melalui ajang Winongo Art Festival yang akan digelar pada 13 Juni 2026.
Mantri Pamong Praja Kemantren Ngampilan, Anif Luhur Kurniawan, mengatakan festival tersebut merupakan kolaborasi antarorganisasi perangkat daerah untuk menonjolkan potensi wilayah, baik di sektor UMKM maupun seni budaya.
“Keterlibatan langsung masyarakat sebagai motor penggerak di dalamnya menjadikan kegiatan tersebut sarana untuk memajukan pariwisata berbasis sungai yang ada di Kota Yogyakarta,” kata Anif di Yogyakarta, Kamis.
Ia menjelaskan, Kemantren Ngampilan merupakan wilayah administratif di pusat Kota Yogyakarta yang memiliki peran penting dalam pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif. Meski wilayahnya relatif kecil, Ngampilan dinilai strategis karena berada di jalur yang menghubungkan kawasan sumbu filosofis dan pusat komersial kota.
Menurut Anif, salah satu potensi besar di wilayah tersebut adalah Sungai Winongo yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis sungai dan budaya.
Winongo Art Festival yang akan digelar di bantaran Sungai Winongo, Serangan, juga menjadi upaya mengembalikan fungsi sungai bukan hanya sebagai saluran air, tetapi sebagai ruang hidup, ruang budaya, dan penggerak ekonomi masyarakat melalui UMKM.
“Event tersebut juga bertujuan sebagai media konservasi alam dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan ekosistem Sungai Winongo,” ujarnya.
Selain itu, festival ini diharapkan mampu mempromosikan potensi pariwisata kampung wisata di wilayah Ngampilan melalui atraksi berbasis sungai serta melestarikan kearifan lokal yang dikemas secara lebih kekinian.
“Tentunya tetap memberikan ruang bagi UMKM lokal untuk memasarkan produk unggulan wilayah Kemantren Ngampilan,” kata Anif.
Ketua panitia sekaligus Ketua Kampung Serangan, Suwarto, menambahkan Winongo Art Festival berbeda dari kegiatan sebelumnya seperti Jogo Kali Jogo atau Winongo Reborn, meski memiliki tujuan yang sama, yakni menjadikan kawasan Winongo lebih asri dan memiliki branding wisata yang kuat.
“Kegiatan ini juga membuka peluang bagi pelaku UMKM dan industri kreatif untuk menjadikan kawasan bantaran sungai ini memiliki branding wisata yang kuat ke depan,” ujarnya.
Festival tersebut akan menampilkan sejumlah pertunjukan, di antaranya Sendratari Gebrak Jaranan, Tari Klenting, Lampor Eksperimental Art, Mocopath Project, Padepokan Kendhali Rasa, Taman Sesaji, Band Performs, serta potensi seni anak-anak dari Ngampilan.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
