Sinergi Konten dan Belanja Dorong Penjualan Brand Elektronik Naik hingga 200 Persen

19 Apr 2026 • 13:51 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Aktivitas belanja berbasis konten semakin mendorong pertumbuhan perdagangan digital di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai transaksi e-commerce di Tanah Air mencapai Rp96,7 triliun pada Februari 2026.

Momentum tersebut dimanfaatkan para pelaku usaha di ekosistem terintegrasi Tokopedia dan TikTok Shop. Melalui kampanye Tokopedia Super Brand Day saat Ramadan lalu, sejumlah merek elektronik seperti TCL, vivo, dan Simplus mencatat pertumbuhan bisnis signifikan, bahkan ada yang melonjak lebih dari 200 persen.

Executive Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia Stephanie Susilo mengatakan ekosistem terintegrasi membantu pelaku usaha mengubah pencarian konten menjadi transaksi nyata.

“Dukungan TikTok berupa kekuatan penemuan dan komunitas yang disinergikan dengan fitur, kampanye, serta wawasan pasar dari Tokopedia dan TikTok Shop memungkinkan brand merancang strategi yang lebih efektif dalam menjangkau konsumen,” kata Stephanie di Jakarta, Sabtu, 18 April 2026.

Ia menambahkan, melalui fitur Mall di Tokopedia dan TikTok Shop yang berisi brand resmi, masyarakat dapat menikmati pengalaman belanja aman dengan garansi produk asli dan gratis ongkir.

TCL Indonesia menyebut pihaknya memanfaatkan data dari pusat penjual terintegrasi untuk melihat tingginya permintaan terhadap produk televisi dan kulkas. Strategi peluncuran produk baru yang didukung konten konsisten membuahkan hasil positif, dengan pesanan naik 175 persen dan nilai transaksi melonjak 212 persen.

“Persiapan menuju periode dengan trafik tinggi kami lakukan secara matang. Fitur dan kampanye ini membantu kami berjualan dengan nyaman karena bisa membaca pasar dengan tepat,” ujar perwakilan TCL Indonesia.

Di sisi lain, vivo Indonesia menempuh strategi menyeluruh dengan merilis seri terbaru seperti vivo V70 dan iQOO 15R, sekaligus memperluas kapasitas gudang di Jakarta dan Surabaya. Hasilnya, penjualan mereka meningkat hingga 259 persen.

“Fitur seperti Seller Center terpadu dan LIVE streaming telah mempertajam strategi bisnis kami sekaligus meningkatkan visibilitas secara signifikan,” kata Kevin Aditya Riyanto, Head of E-Commerce vivo Indonesia.

Sementara itu, Simplus menilai keberhasilan mereka ditopang penempatan produk yang strategis. Dengan mengandalkan fitur flash sale dan analisis produk terlaris, perusahaan tersebut berhasil menarik minat konsumen pada produk air purifier dan penyejuk ruangan. Penjualan Simplus tumbuh 122 persen dan loyalitas pelanggan ikut meningkat.

“Pusat penjual terintegrasi ini mempermudah kami melakukan riset pasar dan menentukan fitur yang efektif untuk mendorong penjualan,” ujar Jack, CEO Simplus.

Ketiga merek tersebut menjadi contoh bagi pelaku usaha lain dalam mengoptimalkan fitur digital untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Pengalaman mereka kini dihimpun dalam Perpustakaan Studi Kasus Tokopedia dan TikTok Shop sebagai panduan bagi praktisi pemasaran dan media dalam memahami model pertumbuhan bisnis di era digital.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya