Dolar AS Melemah dari Level Tertinggi di Tengah Prospek Damai Timur Tengah
WARTAMATARAM.COM – Mata uang dolar Amerika Serikat (AS) melemah dari posisi tertinggi dalam dua bulan terakhir pada akhir perdagangan Kamis, 4 Juni 2026, atau Jumat pagi WIB. Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap prospek gencatan senjata di Lebanon.
Indeks Dolar AS (DXY) turun 0,04 persen menjadi 99,405, setelah sempat menyentuh level 99,56 pada sesi sebelumnya. Pelemahan dolar juga dipengaruhi penguatan euro sebesar 0,15 persen ke posisi 1,1616 dolar AS, didorong ekspektasi kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB).
Selain euro, poundsterling juga menguat tipis 0,05 persen ke level 1,345 dolar AS. Kondisi ini menambah tekanan terhadap dolar AS di pasar uang internasional.
Meski terkoreksi, penurunan dolar AS tertahan oleh posisinya sebagai aset safe-haven. Ketidakpastian di Timur Tengah belum sepenuhnya mereda, terlebih setelah Hizbullah menolak proposal mediasi dari Amerika Serikat dan Israel masih melanjutkan serangan.
Di sisi lain, pergerakan dolar AS terhadap yen Jepang juga menjadi perhatian pasar. Yen kembali melemah dan menembus level psikologis 160,015 per dolar AS, yang berpotensi memicu intervensi langsung dari otoritas Tokyo untuk menahan pelemahan mata uangnya.
Situasi ini turut dipengaruhi sinyal hawkish dari Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda, yang memberi indikasi kenaikan suku bunga pada pertemuan Juni sebagai langkah meredam dampak lonjakan harga energi.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
