Emas dan Perak Menguat Jelang Rilis Data Ketenagakerjaan AS
WARTAMATARAM.COM – Harga emas menguat pada akhir perdagangan Kamis, 4 Juni 2026, didorong pelemahan dolar Amerika Serikat dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Kenaikan logam mulia juga ditopang optimisme pasar atas meredanya ketegangan di Timur Tengah setelah muncul laporan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.
Harga emas spot naik 1 persen menjadi 4.476,85 dolar AS per ons. Adapun emas berjangka AS untuk kontrak Agustus ditutup menguat 0,9 persen ke level 4.505 dolar AS per ons.
Meredanya risiko geopolitik membuat dolar AS melemah dan imbal hasil US Treasury turun, sehingga meningkatkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil. Pelemahan indeks dolar juga membuat emas lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain.
Pasar turut merespons positif kesepakatan gencatan senjata Israel-Lebanon yang memunculkan harapan adanya kesepakatan yang lebih luas antara Amerika Serikat dan Iran. Meski demikian, pelaku pasar menilai peluang emas mencetak rekor baru masih bergantung pada perkembangan geopolitik dan prospek suku bunga AS.
Investor kini menunggu rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang diperkirakan memberi petunjuk mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve.
Di pasar logam mulia lainnya, perak spot naik 1,7 persen menjadi 73,95 dolar AS per ons. Platinum menguat 2,1 persen ke 1.897,61 dolar AS per ons, sementara paladium bertambah 1,4 persen menjadi 1.320,23 dolar AS per ons.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
