Rocky Gerung: Sosok yang Pendiam dalam Politik Justru Lebih Berbahaya

24 Apr 2026 • 09:18 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Pengamat politik Rocky Gerung menilai sosok publik yang cenderung diam justru kerap lebih berbahaya dalam politik karena sulit dibaca arah pikirannya.

Pernyataan itu disampaikan Rocky dalam Diskusi Politik dan Kebebasan Akademik yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta, Kamis, 23 April 2026.

“Sebetulnya dalam politik, orang yang lebih berbahaya adalah orang yang diam,” kata Rocky sambil menengok foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Auditorium Prof. Dr. Bahtiar Effendy UIN Jakarta.

Rocky kemudian membandingkan dengan Presiden Prabowo Subianto yang menurutnya masih bisa lebih mudah dibaca melalui gestur dan pernyataannya.

“Kalau itu kan masih bisa kita baca pikirannya,” ujarnya sambil menunjuk foto Presiden Prabowo.

Menurut Rocky, tokoh publik yang tidak banyak bicara biasanya sedang menyusun perencanaan tertentu. Karena itu, publik dinilai sulit menangkap arah langkah politiknya.

“Kita nggak bisa baca. Bukan karena otaknya yang bikin kita nggak bisa baca, tapi gelagatnya terhalang oleh publikasi tentang makar,” kata Rocky.

Diskusi tersebut turut menghadirkan Guru Besar Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Saiful Mujani, yang belakangan menjadi sorotan setelah dilaporkan dalam kasus dugaan makar dan penghasutan. Acara itu dipandu oleh Prof. Burhanuddin Muhtadi.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya