AMARAH: Kuat Dugaan Kami Hakim Disuap, Hingga Hamdan Kasim Bisa Bebas

Warta Mataram – Mataram – Keputusan majelis hakim yang membebaskan terdakwa Hamdan Kasim telah diprediksi sebelumnya oleh Aliansi Masyarakat Anti Rasuah (AMARAH). Juru bicara AMARAH NTB, Rindawanto Evendi alias Rindhot, menyatakan, “Kami sudah memperkirakan bahwa hasil putusan ini akan sangat tipis, bahkan bisa jadi bebas.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa langkah hukum yang diambil selama ini sudah dipahami dengan baik oleh pihak penggugat.

Meski demikian, AMARAH NTB menuntut agar jaksa penuntut umum melakukan banding atas keputusan tersebut. Rindhot menambahkan, jika jaksa tidak mengajukan banding, hal ini menegaskan adanya kongkalikong yang melibatkan aparat penegak hukum dari tingkat jaksa hingga hakim yang bersifat sistematis.

Tuduhan ini menguat setelah jaksa tidak mampu menemukan sumber dana yang jelas, serta ketidakhadiran gubernur dan eks tim dalam persidangan. Selain itu, pengumpulan barang bukti yang dianggap tidak lengkap menambah kesan bahwa ada upaya untuk mengacaukan proses hukum. Situasi ini menciptakan persepsi negatif mengenai penegakan hukum di wilayah Bumi Gora.

AMARAH NTB tetap berkomitmen untuk meneruskan kasus ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan mengumpulkan fakta dan bukti tambahan. Mereka percaya bahwa para penyelenggara negara telah menyalahgunakan jabatan mereka untuk kepentingan pribadi, terutama terkait transaksi uang yang berkaitan dengan program-program yang mereka awasi.

Walaupun hakim memutuskan bahwa tidak ada bukti yang cukup untuk membuktikan keterlibatan Hamdan Kasim, Rindhot menunjukkan bahwa bukti dan saksi penerima uang sudah ada dan terjamin. “Apakah uang ini berasal dari jin atau iblis?” tanyanya retoris, menilai bahwa keputusan hakim tidak sejalan dengan logika publik.

Dia juga mengingatkan kepada DPRD NTB untuk tidak merasa terlalu berbangga dengan putusan pembebasan tersebut. “DPRD masih memiliki banyak kesalahan lain yang perlu dilaporkan. Jangan merasa jumawa, karena banyak kesalahan yang akan kami masukkan dalam laporan ke depan,” tegas Rindawanto. Dia menyerukan agar tetap waspada serta memperhatikan langkah-langkah selanjutnya dalam kasus ini, yang diprediksikan masih akan memiliki banyak episode yang menarik.

VIP
Jurnalis Independen