Guru Agama Dianiaya Kepala Desa di Lombok Tengah
Warta Mataram – Lombok Tengah – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Kecamatan Janapria, Nusa Tenggara Barat, ketika Muhammad Yasin, S.Pd, seorang Guru Agama di SDN Durian, mengalami penganiayaan oleh seorang Kepala Desa. Peristiwa ini bermula ketika Yasin menegur anak Kepala Desa yang bernama Oscar, saat dia sedang memberikan penjelasan di kelas.
Menurut keterangan Yasin, saat menegur Oscar yang merusuh dengan main boneka, tangannya secara tidak sengaja menyentuh pipi anak tersebut. “Saya tidak memukulnya keras, jika iya pasti ada bekas. Saya merasa itu hanya refleks karena Oscar mengganggu,” ujarnya saat diwawancarai pada Jumat (03/04/26).
Namun, tanggapan dari Kepala Desa tidak terduga. Yasin mengaku dipukul dan dicekik dengan kata-kata penghinaan. “Dia memanggil saya dengan sebutan yang tidak pantas (Anjing), dan saya sebelumnya sudah meminta maaf atas kesalahan saya,” ungkapnya.
Saksi mata, Suherman, S.Pd, yang kebetulan berada di lokasi mengatakan bahwa dirinya melihat langsung kejadian tersebut. Dia merasa sangat prihatin melihat Kepala Desa yang terlihat marah saat datang ke sekolah. Suherman pun bersedia mendampingi Yasin saat pertemuan dengan Kepala Desa.
“Setelah Pak Yasin mengakui telah menegur anak Kades, Kades langsung melayangkan tangan ke wajah Pak Yasin sambil memakainya, saya dan Panji yang juga seorang guru olahraga ada di lokasi, langsung menahan Kades,” terang Suherman.
Hj Neni Hadiantmi, S.Pd, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Janapria dan mantan Kepala Sekolah SDN Durian, menanggapi bahwa tingkah anak Kepala Desa memang dikenal nakal. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan lebih jauh di kalangan pendidik.
Zulkarnaen, Wakil Ketua II PGRI Cabang Janapria, menyayangkan insiden yang menimpa Yasin dan menyatakan bahwa hal ini akan dibawa ke ranah hukum. “Kita harus memberikan pelajaran agar tidak ada lagi kriminalisasi terhadap para pendidik yang berusaha mencerdaskan anak bangsa,” kata Zulkarnaen.
