Megawati Soekarnoputri Ucapkan Selamat kepada Mojtaba Khamenei
Warta Mataram – Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan ucapan selamat atas penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran. Penunjukan ini menggantikan mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.
Surat selamat dari Megawati diserahkan melalui Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. Dalam pernyataan tertulis, Megawati mengungkapkan rasa gembiranya dengan berkata, “Ini adalah surat kedua, dan saya senang karena Iran kini telah memiliki pemimpin kembali.”
Pada pertemuan tersebut, Megawati tidak sendirian; ia didampingi oleh Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, serta sejumlah pimpinan lainnya seperti Ahmad Basarah, Yasonna Laoly, dan Eriko Sotarduga. Kehadiran Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan PDIP, Andi Widjajanto, turut menambah kekompakan dalam rombongan.
Megawati sebelumnya juga mengirimkan surat ungkapan duka cita pada 3 Maret 2026, menyusul wafatnya Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan dari Amerika Serikat dan Israel. Dalam kesempatan itu, Megawati juga menyerahkan foto kenangan saat kunjungan resmi ke Teheran pada 2004, di mana ia bertemu langsung dengan almarhum.
“Ini menjadi bukti hubungan persahabatan yang saya jalin dengan almarhum Ayatollah Ali Khamenei,” tambah Megawati. Dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam tersebut, terlihat keakraban antara mereka.
Di akhir pertemuan, Megawati memberikan sebuah kado, berupa kemeja tenun ikat khas Bali, kepada Dubes Boroujerdi sebagai tanda persahabatan yang erat.
Mojtaba Khamenei, yang merupakan putra dari Ayatollah Ali Khamenei, ditunjuk oleh Majelis Ahli untuk menggantikan posisi pemimpin tertinggi Iran. Proses penetapan ini berlangsung pada tengah malam 9 Maret, seminggu setelah kematian ayahnya akibat serangan.
Sejumlah kandidat lain sempat dipertimbangkan untuk posisi tersebut, termasuk Alireza Arafi dari dewan sementara, serta tokoh garis keras seperti Mohsen Araki dan Hassan Khomeini, cucu pendiri Republik Islam Iran. Namun, Majelis Ahli akhirnya memilih Mojtaba Khamenei untuk memegang jabatan tersebut.
Transisi kepemimpinan kali ini menjadi yang kedua kalinya dalam sejarah, setelah sebelumnya Ali Khamenei terpilih pada tahun 1989 setelah wafatnya Ruhollah Khomeini.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
