Pemprov NTB Gelar Lentera Ramadan di Kota Bima

03 Mar 2026 • 09:10 iMedia

Warta Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) meluncurkan program Lentera Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Al-Muwahidin, Kota Bima. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Lentera Ramadan 2026 yang dilaksanakan secara bergilir di berbagai kabupaten dan kota di NTB.

Lentera Ramadan adalah inisiatif baru dari Pemprov NTB yang berlangsung sepanjang bulan suci Ramadan dengan tujuan memperkuat syiar Islam, meningkatkan kegiatan keagamaan, dan memberdayakan ekonomi masyarakat lokal. Kegiatan ini mencakup pengajian, tausiah, lomba-lomba keagamaan, bazar UMKM, serta edukasi usaha dan pemasaran digital untuk pelaku usaha kecil.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan bahwa sebelumnya kegiatan Ramadan terpusat di Islamic Center, Kota Mataram. Namun, mulai tahun ini, beliau menginginkan agar kegiatan berlangsung secara bergantian di seluruh wilayah NTB.

Rangkaian Lentera Ramadan 2026 dimulai di Lombok Utara dari 25 Februari hingga 1 Maret, dilanjutkan di Kota Bima pada 2-3 Maret, kemudian di Lombok Tengah pada 4-8 Maret, dan diakhiri di Islamic Center Hubbul Wathan Mataram pada 11-17 Maret.

Gubernur Iqbal menekankan pentingnya pemerataan pembangunan di NTB, yang tidak hanya terpusat di Mataram, tapi juga merata hingga pelosok daerah, termasuk Kota dan Kabupaten Bima. Ia menegaskan, “Pembangunan tidak boleh berpusat di Mataram, melainkan harus meluas dari Ampenan sampai Sape.”

Salah satu bentuk komitmen pemerataan tersebut adalah peningkatan layanan kesehatan di Pulau Sumbawa. Pemprov NTB telah mengupgrade status rumah sakit provinsi di Pulau Sumbawa menjadi tipe B, sehingga masyarakat tidak perlu lagi pergi ke Mataram untuk layanan kesehatan seperti cath lab dan cuci darah.

Di samping itu, Pemprov NTB bersama Pemkot Bima juga mendorong peningkatan status Rumah Sakit Kota Bima dari tipe D menjadi tipe C. Gubernur Iqbal memastikan bahwa mulai Juni 2026, layanan kesehatan utama dapat dilakukan di Kota Bima, yang akan mengurangi beban ekonomi keluarga pasien.

“Langkah ini diharapkan bisa meringankan beban ekonomi keluarga pasien yang selama ini harus tinggal berbulan-bulan di Mataram,” tuturnya.

Gubernur Iqbal juga memberikan penghargaan kepada pelaksanaan kegiatan di masjid yang dipadukan dengan aktivitas ekonomi masyarakat melalui bazar UMKM. Ia percaya bahwa model ini menunjukkan keseimbangan antara spiritualitas dan ekonomi.

Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, menambahkan bahwa rangkaian Lentera Ramadan di Kota Bima dimulai dengan inspeksi mendadak di Pasar Amahami bersama Wakil Gubernur NTB dan diikuti dengan kunjungan kepada keluarga dalam kategori kemiskinan ekstrem. Ia juga mengapresiasi perhatian serta bantuan dari pimpinan daerah NTB kepada masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, perekonomian Kota Bima telah menunjukkan pertumbuhan positif sekitar 4-5 persen per tahun, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor perdagangan dan jasa. Meskipun inflasi masih relatif tinggi, hasil sidak pasar menunjukkan stabilitas harga pada komoditas strategis seperti cabai merah.

“Pemerintah Kota Bima memastikan ketersediaan pangan selama Ramadan dan Idulfitri dalam kondisi aman dan harga yang terjangkau,” tutupnya.

Diharapkan, melalui Lentera Ramadan 1447 H ini, semangat kebersamaan, pemerataan pembangunan, serta penguatan ekonomi umat dapat semakin dirasakan oleh masyarakat di seluruh NTB, khususnya di Kota Bima.

Hadir dalam acara tersebut Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, Ketua TP-PKK Provinsi NTB Sinta M. Iqbal, serta jajaran Kepala OPD dan Forkopimda Kota Bima.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya