Warta Mataram – Nusa Tenggara Barat – Sejumlah tokoh pemuda di Nusa Tenggara Barat mulai mengungkapkan keprihatinan mereka terkait pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lombok Tengah Lalu Abdul Wazir, menyampaikan rasa skeptisnya terhadap komitmen pemerintah dalam mengatasi proyek-proyek KDMP yang terkesan terabaikan.
“Kami ingin mengetahui sejauh mana keseriusan pemerintah dalam menangani masalah pembangunan KDMP yang terhambat di berbagai lokasi di NTB,” ungkap Lalu Azir dengan tegas.
Rindawanto Evendi, yang lebih dikenal dengan sapaan Rindhot dan merupakan ketua GMPRI NTB, menyatakan bahwa ia merasakan hal yang sama. Ia menyoroti masalah yang dihadapi program nasional Presiden Prabowo, yang menurutnya terhambat akibat ulah oknum tertentu di lapangan. Rindhot mencatat melalui penyelidikan yang dilakukannya bahwa ada beberapa faktor yang menjadi penyebab terhambatkannya program KDMP, mulai dari ketidakjelasan pembayaran hingga adanya utang yang ditinggalkan oleh subkontraktor di desa terkait.
“Anggaran yang seharusnya direalisasikan di tingkat bawah tidak sebanding dengan data dari pemerintah pusat, inilah yang menyebabkan banyak KDMP, terutama yang ada di Lombok Tengah, menjadi terbengkalai,” tegas Rindhot, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Nasional DPP KNPI.
Dengan pernyataan ini, para pemuda berharap agar pihak pemerintah dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap pengembangan proyek KDMP agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Mereka menuntut agar semua pihak yang terlibat dapat transparan dalam pengelolaan anggaran dan bertanggung jawab atas program-program yang telah dicanangkan.




