NTB Raih Posisi Dua Besar Nasional dalam Minat Baca

02 Apr 2026 • 09:22 iMedia

Warta Mataram – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil memasuki jajaran dua besar nasional dalam hal minat baca, mencerminkan efektivitas strategi literasi yang diterapkan dari tingkat desa hingga ke transformasi digital.

Dr. H. Ashari, SH., MH., Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, menyatakan bahwa pencapaian ini menunjukan bahwa upaya untuk memperkuat literasi di NTB telah memberikan dampak yang signifikan.

“Posisi dua besar nasional ini menandakan bahwa usaha kita dalam membangun budaya literasi, mulai dari desa hingga platform digital, sudah berada di jalur yang benar,” ungkapnya.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2026, yang bersumber dari Perpustakaan Nasional, menunjukkan bahwa NTB meraih skor minat baca sebesar 61,19 poin. Hal ini menempatkan NTB di urutan kedua secara nasional, di bawah Nusa Tenggara Timur dengan 62,05 poin dan di atas Sumatera Selatan dengan 60,86 poin.

Lebih lanjut, Ashari menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor yang berkelanjutan dalam membudayakan membaca di tengah masyarakat.

“Ini adalah hasil dari kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, dan keluarga,” kata Ashari.

Pemprov NTB juga aktif mendorong penguatan literasi melalui berbagai program strategis. Salah satu di antaranya adalah gerakan literasi berbasis masyarakat seperti NTB Terampil dan Tangkas, yang dilaksanakan melalui advokasi dan sosialisasi, serta Kemah Literasi yang terus berlanjut.

Upaya pembinaan juga dilakukan secara menyeluruh, termasuk penguatan perpustakaan di kabupaten/kota, sekolah, dan desa, serta mengadakan berbagai lomba literasi seperti resensi buku dan lomba mendongeng.

Selain itu, pelestarian literasi lokal juga menjadi fokus, dengan pendataan dan digitalisasi naskah kuno bersama Museum NTB untuk menjaga warisan intelektual daerah.

Secara kebijakan, Pemprov NTB memperkuat ekosistem literasi melalui Surat Edaran Gubernur yang mendorong peningkatan indeks literasi dan peran Bunda Literasi serta komunitas literasi.

Akses terhadap bahan bacaan semakin mudah melalui Gerakan Hibah Sejuta Buku (HIBAH SAKU). Saat ini, 840 desa/kelurahan telah memiliki perpustakaan dari total 1.166 desa/kelurahan, didukung oleh 4.340 unit perpustakaan dan 166 komunitas literasi yang aktif.

Transformasi digital juga menjadi perhatian utama, dengan pengembangan koleksi deposit mencapai 12.016 judul, 964 judul e-book di NTB e-Library, serta katalog daring dengan lebih dari 68 ribu judul koleksi.

Tak hanya itu, inovasi Gerakan Literasi Tradisional (GELITRA) juga dikembangkan untuk mendekatkan literasi kepada anak-anak melalui pendekatan budaya lokal seperti permainan tradisional dan mendongeng.

“Literasi seharusnya menyenangkan dan relevan. Dengan GELITRA, kami menggabungkan budaya lokal dengan kebiasaan membaca,” tambahnya.

Pemprov NTB menegaskan bahwa pencapaian ini adalah langkah untuk memperluas literasi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat, bukan hanya sebagai indikator statistik.

“Ke depan, literasi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat NTB, bukan sekadar angka,” tutupnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya