Prabowo Turun Langsung dalam Diplomasi Energi Dinilai Tunjukkan Kepemimpinan Strategis
WARTAMATARAM.COM – Pengamat Citra Institute, Efriza, menilai langkah Presiden Prabowo yang turun langsung dalam diplomasi energi merupakan langkah yang tepat. Menurut dia, dalam praktik politik dan hubungan internasional, kepala negara kerap mengambil alih isu-isu strategis untuk mempercepat negosiasi sekaligus menunjukkan keseriusan kepada mitra luar negeri.
“Ini lebih mencerminkan konsolidasi kekuasaan di tangan Presiden, juga mencerminkan citra Presiden yang punya kemampuan yang baik dalam berhubungan dengan negara luar,” ujar Efriza kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Minggu, 26 April 2026.
Ia menjelaskan, jika negosiasi di sektor energi yang dinilai strategis hanya diserahkan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), maka pendekatan itu akan lebih menyerupai pola pemerintahan sebelumnya di bawah Presiden Joko Widodo.
“Tapi Presiden Prabowo berbeda dengan Presiden Jokowi yang lebih mempercayai urusan strategis kepada menteri-menteri yang dipercayainya, sehingga dinilai Presiden Jokowi tidak cukup handal untuk urusan hubungan kerja sama dengan negara luar,” kata Efriza.
Lulusan S2 politik Universitas Nasional (UNAS) itu menegaskan, kemampuan seorang presiden tidak semata-mata diukur dari kemampuan berbahasa asing, melainkan dari kepemimpinan strategis yang diakui di tingkat internasional.
Ia menilai sektor energi memiliki nilai geopolitik yang tinggi sehingga keterlibatan langsung presiden dapat memberi pengaruh tersendiri terhadap respons negara lain.
“Penting sektor energi sebagai isu geopolitik. Peran Presiden punya magnet tersendiri, respons negara luar tentu saja tinggi,” ucapnya.
Efriza menambahkan, keterlibatan langsung Presiden dalam diplomasi energi bukan berarti melemahkan peran menteri. Menurut dia, hal tersebut justru menjadi bagian dari pembentukan citra negara melalui kepemimpinan kepala negara.
“Ini bukan artinya sebagai bentuk pelemahan atau kegagalan menteri, tetapi ini juga bentuk citra negara terkait sisi kepemimpinan presidennya,” ujarnya.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
