JK Sindir Beban Sejarah Jokowi, Pengamat Nilai Ada Kekecewaan Pribadi
WARTAMATARAM.COM – Pengamat Citra Institute, Efriza, menilai pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) yang menyinggung perannya dalam suksesi Joko Widodo sebagai presiden merupakan sentilan yang bersifat pribadi.
Menurut Efriza, sikap JK yang secara terbuka menunjukkan kemarahan hingga membuka percakapan pribadi melalui WhatsApp dapat dimaknai sebagai bentuk kekecewaan karena merasa tidak dihargai atas kontribusinya mengantarkan Jokowi ke kursi kekuasaan.
“Karena merasa tak dihargai telah berperan dan punya kontribusi mengantarkan Jokowi ke kursi kekuasaan,” ujar Efriza kepada RMOL di Jakarta, Selasa, 21 April 2026.
Ia menilai wajar jika JK bereaksi keras di ruang publik. Menurutnya, reaksi itu dipicu sejumlah narasi yang menyasar JK, mulai dari tudingan mendanai kasus ijazah Jokowi hingga isu penistaan agama yang dikaitkan dengan ceramahnya di UGM.
“Akumulasi ini memang menyerang JK disinyalir karena sikap JK yang keras dalam kritik untuk membela kepentingan rakyat,” katanya.
Efriza juga menyoroti adanya dugaan bahwa ruang pribadi JK turut diusik oleh kelompok buzzer pendukung Jokowi yang kerap disebut Ternak Mulyono atau Termul.
Di sisi lain, ia menilai JK kemungkinan merasa diabaikan dalam dinamika politik mutakhir dan terkesan sedang menegaskan kembali perannya di balik perjalanan politik Jokowi.
“Kesannya, JK adalah elite kemarin sore yang baru mau eksis dengan pansos. Padahal sebaliknya, jelas-jelas tanpa JK maka Jokowi tidak akan pernah diperhitungkan sebagai calon presiden,” ujar Efriza.
Ia menambahkan, Megawati Soekarnoputri kala itu disebut masih meragukan kualitas dan akseptabilitas Jokowi di tingkat nasional. Karena itu, menurut dia, penerimaan Jokowi sebagai capres merupakan bagian dari kenyataan sejarah yang tak bisa dilepaskan dari peran JK.
“Tanpa JK, maka Jokowi hanya politisi daerah yang tidak akan masuk dalam lingkaran kekuasaan level nasional. Kenyataan sejarah ini adalah beban sejarah secara pribadi Jokowi,” kata Efriza.
Sumber: RMOL
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
