Trump Disebut Senasib dengan Jokowi dalam Menghadapi Kebuntuan Politik

19 Apr 2026 • 06:13 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Koordinator Non Litigasi Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi & Aktivis, Ahmad Khozinudin, menilai Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo sama-sama menghadapi kebingungan dalam mengakhiri persoalan yang mereka hadapi, meski sebelumnya tampak bersemangat saat memulainya.

Menurut Khozinudin, perbedaan keduanya hanya terletak pada objek persoalan yang dihadapi. Trump, kata dia, kebingungan mengakhiri perang dengan Iran, sementara Jokowi disebut kebingungan menghadapi polemik ijazah yang dilaporkan ke polisi pada 30 April 2025.

“Trump dan Jokowi hanya berbeda dalam objek kebingungan,” ujar Khozinudin dalam keterangannya, dikutip Sabtu 18 April 2026.

Ia menilai Trump belum mampu mencapai satu pun target dalam perang tersebut dan justru memunculkan masalah baru. Sementara itu, menurut dia, Jokowi berada dalam posisi yang dilematis terkait laporan polisi atas dugaan ijazah palsu.

“Mencabut laporan polisi, malu karena dianggap pecundang dan kalah. Melanjutkan ke proses sidang, khawatir ketahuan ijazahnya palsu di pengadilan,” kata Khozinudin.

Khozinudin juga menyebut keyakinan publik terhadap dugaan ijazah palsu Jokowi sudah meluas meski belum dibuktikan di pengadilan. Menurutnya, jika perkara itu dilanjutkan ke persidangan, situasinya justru akan semakin memperkuat dugaan tersebut dan menyeret lebih banyak pihak, termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Selain akan makin meyakinkan ijazah palsu, juga akan memakan banyak korban, khususnya UGM. Kampus ini akan dikuliti habis di persidangan soal proses masuk hingga keluarnya ijazah yang diklaim asli,” pungkasnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya