Gubernur NTB Tinjau Simpul Transportasi Menuju Lebaran 1447 H
Warta Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Muhamad Iqbal, beserta jajaran Forkopimda NTB, melakukan peninjauan langsung ke berbagai simpul transportasi utama pada Ahad (15/3/2026) untuk memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 1447 Hijriah. Lokasi yang dikunjungi termasuk Terminal Mandalika, Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Pelabuhan Lembar, dan peluncuran program Mudik Gratis laut rute Lembar–Surabaya.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi sejumlah pejabat tinggi, antara lain Kapolda NTB Irjen Pol. Edi Murbowo, Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch. Sjamsul Arief, serta Kajati NTB Wahyudi. Mereka bersama-sama memastikan semua aspek transportasi siap menyambut para pemudik.
Dimulai di Terminal Mandalika, Gubernur memeriksa kesiapan pos-pos pengamanan dan pelayanan penumpang. Ia juga menyoroti isu yang berkembang mengenai harga tiket bus yang berbeda-beda. Gubernur mengungkapkan bahwa perbedaan tersebut tidak selalu berarti pelanggaran, melainkan disebabkan oleh faktor variasi kelas layanan dan fasilitas yang ditawarkan.
Miq Iqbal menjelaskan, “Tarif yang ditetapkan pemerintah hanya berlaku untuk kelas ekonomi. Banyak bus yang menawarkan fasilitas tambahan, seperti leg rest, sehingga harga tiket pun bervariasi.” Ia menekankan pentingnya perusahaan otobus untuk mematuhi batas harga tertinggi yang sudah ditentukan.
Selanjutnya, Gubernur mengingatkan potensi masalah yang mungkin muncul akibat penjualan tiket melalui pihak ketiga. “Sering kali pembeli tidak langsung membeli tiket dari perusahaan bus, dan inilah yang menjadi sumber permasalahan harga,” tambahnya.
Pindah ke Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Miq Iqbal menyatakan bahwa jumlah penumpang ternyata melebihi prediksi awal, dengan total sekitar 9.000 penumpang pada H-4 Lebaran, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Puncak arus penumpang diperkirakan terjadi pada H-3, dengan tujuan Jakarta dan Surabaya menjadi yang paling diminati.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, bandara telah menyiapkan tujuh penerbangan tambahan. Di sisi lain, kondisi penerbangan internasional berjalan normal, terutama untuk rute ke Malaysia dan Singapura.
Gubernur juga menggarisbawahi pentingnya keselamatan penerbangan dengan menganjurkan pemeriksaan kesehatan secara acak untuk kru pesawat, guna menjamin keselamatan penumpang. Kegiatan peninjauan dilanjutkan ke Pelabuhan Lembar, yang menjadi titik penting pergerakan penumpang dan kendaraan antara Lombok dan Bali.
Dari pemantauan di pelabuhan, arus penyeberangan keluar dari Lombok masih terpantau normal, sementara kedatangan mengalami peningkatan hingga 20 persen. Ini menandakan tingginya minat masyarakat untuk berkunjung ke Lombok, terutama kendaraan roda dua dan pribadi.
Gubernur juga menyampaikan mengenai pengaturan lalu lintas penyeberangan yang akan disesuaikan dengan regulasi yang ada, terutama menjelang pelaksanaan kegiatan keagamaan.
Rangkaian peninjauan diakhiri dengan pelepasan Mudik Gratis Angkutan Laut 1447 H/2026, di mana Gubernur mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program ini. “Semoga tahun depan kami dapat memperluas program ini agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” tutup Miq Iqbal.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
