Kericuhan Pemuda di Mataram Akibat Kesalahpahaman
Warta Mataram – Kericuhan antar pemuda terjadi di Kota Mataram pada Minggu malam, 22 Maret 2026. Insiden tersebut melibatkan pemuda dari Kelurahan Pagutan Presak Timur dan Kelurahan Pagutan Petemon.
Peristiwa dimulai sekitar pukul 17.50 WITA, ketika sepasang suami istri dari Petemon yang baru pulang dari Suranadi, diduga dihadang oleh dua pengendara sepeda motor yang diduga berasal dari wilayah Pagutan Presak. Dalam keadaan terkejut, korban berinisial D turun dari kendaraannya untuk meminta penjelasan terkait tindakan tersebut.
Namun, situasi semakin tegang dan berujung pada cekcok yang berujung pada pemukulan menggunakan helm. Ketegangan ini menarik perhatian sejumlah pemuda dari Pagutan Presak, yang kemudian mengambil langkah tindakan dengan menghadang dan melakukan pengeroyokan terhadap D.
Menanggapi situasi yang semakin tidak terkendali, pihak kepolisian dari Polsek Mataram turun tangan dan berhasil mengamankan enam orang yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan pada sekitar pukul 19.30 WITA. Upaya mediasi pun dilakukan oleh aparat dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama dari kedua daerah pada pukul 20.00 WITA.
Sayangnya, upaya mediasi tersebut tidak mencapai kesepakatan. Kericuhan masih berlanjut di Mapolsek Mataram, di mana massa dari Kelurahan Petemon menuntut agar para pelaku diadili secara adat. Demikianlah, ketegangan di lokasi kejadian semakin meningkat.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
