Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB Dukung Keadilan Bencana Lewat Pameran Seni Inklusif

11 Apr 2026 • 08:02 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berkolaborasi dengan University of Leeds, Inggris, dan Pascasarjana Universitas Mataram dalam menghadirkan Pameran Seni Resep Keadilan Bencana. Pameran ini dibuka untuk umum dan berlangsung di Gedung Layanan Perpustakaan Provinsi NTB hingga 18 April 2026.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, Dr. H. Ashari, SH., MH., mengatakan pameran tersebut merupakan salah satu luaran utama dari kegiatan Festival Resep Keadilan Bencana. Kegiatan ini bertujuan mempertemukan unsur pemerintah, sektor swasta, komunitas, dan organisasi masyarakat sipil untuk membahas pengurangan risiko bencana yang inklusif.

“Pameran seni ini merupakan salah satu luaran utama dari kegiatan Festival Resep Keadilan Bencana, yang bertujuan mempertemukan perangkat pemerintah, sektor swasta, komunitas, dan organisasi masyarakat sipil untuk mendiskusikan jalur pengurangan risiko bencana yang inklusif,” ujar Ashari di Mataram, Kamis (9/4/2026).

Festival pembuka telah digelar di Gedung Rektorat Universitas Mataram pada 6 April 2026. Sebelum dipamerkan di perpustakaan provinsi, karya-karya tersebut juga telah ditampilkan kepada masyarakat di Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat sejak awal tahun.

Ashari menjelaskan, karya seni yang ditampilkan bukan sekadar suguhan estetika, melainkan hasil integrasi riset mendalam mengenai keadilan bencana di Pulau Lombok yang dilakukan tim University of Leeds sejak Mei 2025.

Melalui pameran ini, pengunjung diajak memahami sejumlah persoalan sosial yang berkaitan dengan kebencanaan, di antaranya kemiskinan struktural yang dinilai menjadi “bencana” bagi sebagian masyarakat karena membatasi kemampuan mereka pulih dari krisis seperti gempa 2018 dan pandemi COVID-19.

Pameran ini juga menyoroti tantangan kelompok rentan, terutama perempuan dan penyandang disabilitas, yang menghadapi diskriminasi, ketimpangan gender, serta keterbatasan akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang layak. Di sisi lain, pameran turut menampilkan ketangguhan komunitas melalui inisiatif akar rumput seperti program desa tangguh bencana, sekolah informal, dan usaha inklusif.

Isu-isu tersebut sebelumnya juga menjadi pembahasan dalam festival yang dihadiri lebih dari 120 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk HWDI, GERKATIN, PPDI, Pesisir Juang, serta perwakilan Pemerintah Provinsi NTB.

Dalam forum itu, sejumlah persoalan dibahas bersama pembuat kebijakan, mulai dari minimnya lapangan kerja inklusif bagi difabel, pencegahan pernikahan anak yang berkaitan dengan kemiskinan struktural, hingga penyusunan kebijakan yang kerap belum melibatkan kelompok disabilitas.

Ashari mengajak pelajar, mahasiswa, aktivis, dan masyarakat umum untuk datang serta melihat langsung pameran tersebut. Menurutnya, pameran ini diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bersama untuk memahami dan mendukung pengurangan risiko bencana secara lebih bermakna.

“Mari jadikan kunjungan Anda ke Gedung Layanan Perpustakaan Provinsi NTB sebagai langkah awal untuk memahami dan mendukung pengurangan risiko bencana yang bermakna. Bersama-sama, kita wujudkan masyarakat NTB yang tangguh, inklusif, bebas dari kemiskinan struktural, dan terbebas dari diskriminasi,” ujarnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya