Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi Jadi Penjaga Stabilitas Global

14 May 2026 • 10:19 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada 14-15 Mei 2026 dinilai menjadi momentum penting dalam transisi geopolitik global pascaperang Iran.

Analis geopolitik Laksda TNI (Purn) Surya Wiranto menyebut pertemuan tersebut semakin menegaskan posisi Tiongkok sebagai penjaga stabilitas dunia.

“Dengan leverage ekonomi, hubungan erat dengan Iran, dan kepentingan menjaga stabilitas energi dunia, Tiongkok berpotensi memperkuat posisinya sebagai global stabilizer dalam arsitektur diplomasi internasional baru,” kata Surya dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu malam, 13 Mei 2026.

Penasihat Indo-Pacific Strategic Intelligence (ISI) itu menilai kedatangan Trump ke Beijing menunjukkan adanya kekhawatiran terkait kebutuhan energi dalam negeri Amerika Serikat.

“Washington datang ke Beijing dalam posisi tertekan akibat krisis energi, gangguan rantai pasok, dan tekanan domestik menjelang pemilu sela. Amerika Serikat kini membutuhkan pengaruh Tiongkok terhadap Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menurunkan eskalasi kawasan,” jelasnya.

Surya juga menilai Tiongkok memiliki peluang besar untuk terus memainkan peran sebagai mediator dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia.

“Situasi ini menandai pergeseran dari American-led order menuju negotiated multipolarity, di mana Beijing tampil sebagai indispensable power sekaligus mediator strategis global,” ujarnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya