Israel Gempur Beirut Saat AS dan Iran Sepakat Damai
WARTAMATARAM.COM – Israel dilaporkan kembali menggempur Beirut, Lebanon, di tengah kabar kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Serangan tersebut disebut terjadi saat proses perundingan damai masih berlangsung.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku serangan itu ditujukan ke target yang disebutnya terkait Hizbullah di kawasan Dahiyya, Beirut. Netanyahu menegaskan Israel tidak akan mentolerir serangan ke wilayahnya.
Namun, langkah Israel itu menuai kritik dari Presiden AS Donald Trump. Trump secara terbuka menyatakan serangan udara Israel di Lebanon dinilai berpotensi menghambat proses penandatanganan perjanjian damai antara AS dan Iran.
Trump menyebut serangan itu semestinya tidak terjadi, terlebih di tengah momentum yang dianggap penting bagi proses perdamaian. Ia juga menegaskan bahwa Israel memang berhak membela diri, tetapi eskalasi yang terjadi dinilai tidak seharusnya mengganggu jalannya pembicaraan.
Trump turut memperingatkan agar tidak ada lagi serangan dari Israel di Lebanon, maupun serangan balik dari pihak lain, termasuk Hizbullah, terhadap Israel.
Sementara itu, pada Senin pagi, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara Iran dan AS telah tercapai setelah pembicaraan intensif yang berlangsung berbulan-bulan. Sharif menyampaikan bahwa kedua pihak telah menyetujui penghentian segera dan permanen operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon.
Ia juga menyebut upacara penandatanganan resmi perdamaian AS dan Iran dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 19 Juni, di Swiss.
Adapun situasi di Lebanon masih menjadi perhatian di tengah proses diplomasi tersebut, terutama setelah serangan Israel kembali terjadi di Beirut.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
