Wacana Duet Gibran-Bahlil di Pilpres 2029 Dinilai Sulit Terwujud

WARTAMATARAM.COM – Wacana Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia masuk dalam bursa calon presiden atau calon wakil presiden pada Pilpres 2029 kembali menjadi sorotan. Bahkan, Bahlil disebut-sebut berpeluang berpasangan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Direktur Eksekutif Ethical Politics, Hasyibulloh Mulyawan, sebelumnya mengulas kemungkinan duet tersebut pada Rabu, 10 Juni 2026. Namun, pandangan berbeda disampaikan Founder Nusa Ina Connection (NIC), Abdullah Kelrey, yang menilai pasangan Bahlil-Gibran sulit terwujud.

Menurut Kelrey, duet itu tidak memiliki pijakan kuat jika dilihat dari basis dukungan politik masing-masing. Ia menyebut Bahlil belum memiliki basis massa yang cukup kuat untuk bertarung dalam kontestasi Pilpres.

“Kalau Bahlil capres, Mas Gibran cawapres, atau sebaliknya, itu hanya bayangan ilusi saja. Alasannya Bahlil tidak punya basis real untuk hitungannya di Pilpres,” kata Kelrey kepada RMOL di Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026.

Ia menambahkan, dalam pemilihan presiden, pemilih terbesar masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Karena itu, menurut dia, dukungan Bahlil di wilayah tersebut dinilai belum cukup kuat untuk mendongkrak elektabilitas, sekalipun berpasangan dengan Gibran.

Kelrey menyarankan agar jika Gibran benar-benar hendak maju pada Pilpres 2029, ia sebaiknya mempertimbangkan figur pendamping dari Pulau Sumatera.

“Ini juga bisa menjadi bahan pertimbangan Mas Gibran. Kalau ada isu hari ini (Gibran) bersama Bahlil, saya pikir dikubur saja lah, karena itu hanya mimpi,” ujarnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya