Analis Ungkap Tiga Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto

19 Apr 2026 • 06:12 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Analis komunikasi politik Hendri Satrio menegaskan bahwa reshuffle kabinet sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Hendri, dalam sistem pemerintahan presiden memiliki kewenangan penuh untuk menentukan siapa yang masuk dan keluar dari kabinet. Meski demikian, ia menilai wajar bila publik ingin mengetahui kapan reshuffle akan dilakukan.

“Dalam pemerintahan, presiden paham dan punya kewenangan penuh untuk menentukan siapa yang masuk dan keluar kabinet, meski begitu wajar juga rakyat ingin tahu reshuffle kabinet akan dilakukan,” ujarnya di Jakarta, Sabtu, 18 April 2026.

Hendri menjelaskan, setidaknya ada tiga faktor utama yang menjadi dasar keputusan presiden dalam merombak kabinet. Faktor pertama adalah subjektivitas, yang berkaitan dengan kecocokan atau hubungan personal. Faktor kedua adalah objektivitas, yakni penilaian terhadap capaian kinerja para menteri. Sementara faktor ketiga adalah pertimbangan politis, untuk menjaga soliditas internal kabinet agar tetap stabil.

Selain itu, Hendri menekankan pentingnya penerapan meritokrasi dalam pemerintahan agar birokrasi berjalan lebih profesional. Ia menilai pejabat seharusnya ditempatkan sesuai kemampuan dan bidang keahliannya.

“Buat pejabat, ini penting buat pejabat di sini, kalau emang tidak bisa di bidang itu, jangan diterima kerjaan itu, jadilah pejabat yang meritokrasi,” katanya.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu juga menilai masih ada pejabat di Indonesia yang belum memahami pentingnya kesesuaian jabatan dengan kapasitas diri. Menurutnya, jabatan yang tidak dijalankan dengan kompetensi yang tepat justru akan berdampak pada masyarakat.

“Semisal contoh, Nadiem misalnya, kalau tidak bisa jadi menteri pendidikan ya jangan diambil (jabatannya), atau misalnya siapa lah, kalau tidak bisa jadi menteri kehutanan, jangan diambil, yang susah tuh rakyat,” ujarnya.

Hendri berharap setiap pihak dapat memahami perannya masing-masing agar pekerjaan dan hasil kerja dapat terlihat serta berjalan sejalan.

“Setiap orang punya perannya sendiri-sendiri, saya juga punya peran sendiri, jadi harus hormati peran itu,” katanya.

Terkait siapa saja yang berpeluang terkena reshuffle, Hendri menegaskan dirinya tidak mengetahui kepastian tersebut karena hanya Presiden Prabowo yang berwenang menentukan waktu dan nama-nama yang akan diganti.

“Nama saya Hendri Satrio, bukan Prabowo Subianto, yang tahu kapan dan siapa saja yang akan di-reshuffle ya hanya Pak Prabowo sebagai seorang presiden,” pungkasnya.

Isu reshuffle kabinet kembali mencuat ke ruang publik setelah Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan pernyataan singkat yang dinilai belum memberi kepastian. Saat ditanya soal kemungkinan reshuffle dalam waktu dekat, Teddy hanya meminta publik menunggu pengumuman resmi dari Presiden.

“Tunggu aja. Nanti Bapak Presiden yang menceritakan,” kata Teddy di Istana Merdeka, Selasa, 7 April 2026.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya