Tokoh HKBP Ajak Masyarakat Bijak Sikapi Ceramah Jusuf Kalla
WARTAMATARAM.COM – Video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menjadi sorotan publik setelah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dan Pemuda Katolik.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum Ikatan Alumni SMA Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Dolok Sanggul se-Indonesia, Arnod Sihite, mengajak masyarakat menyikapinya dengan bijak, mengedepankan kerukunan dan kejernihan berpikir.
Wakil Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) itu juga menilai persoalan tersebut tidak sepatutnya langsung dibawa ke ranah hukum.
“Beliau adalah tokoh nasional, karena itu, setiap pernyataan tentu akan menjadi perhatian publik dan perlu disikapi dengan kehati-hatian agar tidak menimbulkan beragam tafsir,” ujar Arnod di Jakarta, Sabtu, 18 April 2026.
Ia mengimbau semua pihak untuk tetap fokus membantu pemerintah memperkuat ekonomi di tengah tekanan global, alih-alih memperkeruh soliditas bangsa.
“Saya harap hal-hal seperti ini tidak masuk ke ranah politik, karena akan berpotensi menimbulkan persoalan baru,” tegasnya.
Senada, Ephorus HKBP Victor Tinambunan juga mengingatkan pentingnya menjaga kejernihan berpikir, kebijaksanaan, dan semangat persatuan dalam merespons dinamika yang berkembang.
“Ephorus HKBP mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta terus menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi penting kehidupan bangsa,” kata Victor.
Sementara itu, Jusuf Kalla melalui juru bicaranya, Husain Abdullah, telah memberikan klarifikasi atas polemik ceramah yang berujung pada laporan kepolisian. Husain menegaskan bahwa pernyataan JK bukanlah pendapat pribadi.
Menurut Husain, JK dalam ceramahnya hanya menggambarkan realitas sosial terkait konflik di Poso dan Ambon yang saat itu dipengaruhi isu agama.
“Jadi, apa yang disampaikan Pak JK bukan pendapat pribadi tetapi realitas sosial saat itu yang berkembang di antara mereka yang saling berkonflik,” ujarnya.
Husain juga menjelaskan bahwa dalam ceramahnya, JK menyampaikan pengalaman dan pembelajaran saat berupaya mendamaikan konflik di Poso, termasuk pendekatan untuk mengubah cara pandang pihak-pihak yang bertikai.
“Pak JK menyampaikan lesson learned, mengisahkan pendekatan yang ia lakukan ketika hendak mendamaikan pihak yang bertikai di Poso maupun di Ambon, dengan terlebih dahulu mengubah paradigma yang memotivasi mereka saat berkonflik,” jelasnya.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
