Fabiola Diduga Gabung Sindikat Penipuan Online, Gaji Disebut Tembus Rp30 Juta

05 Jun 2026 • 10:10 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Kasus dugaan penipuan online jaringan internasional yang beroperasi di Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, terus mengungkap fakta baru. Salah satu nama yang ikut terseret adalah Fabiola Elizabeth Agnes, warga negara Jerman, yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah.

Fabiola diduga terlibat dalam sindikat penipuan berkedok investasi kripto dengan pola pig butchering. Menurut kepolisian, faktor ekonomi menjadi salah satu alasan yang mendorong mantan artis itu bergabung dengan jaringan tersebut.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Artanto mengatakan, Fabiola atau F mulai bergabung dengan sindikat itu sejak Januari 2026. Ia disebut melamar melalui lowongan pekerjaan yang beredar di media sosial.

“Yang bersangkutan melamar menjadi karyawan di PT Digi Konsultan tersebut karena ada lamaran lowongan kerjaan di Facebook dan TikTok,” kata Artanto kepada wartawan, Kamis 3 Juni 2026.

Dalam jaringan itu, Fabiola berperan melakukan video call kepada calon korban untuk membangun kedekatan. Setelah itu, korban diarahkan masuk ke investasi yang belakangan diketahui fiktif.

Artanto menyebut, upah yang diterima Fabiola tidak tetap dan bergantung pada hasil penipuan. “Gajinya antara Rp7 sampai Rp30 juta kalau dikurskan rupiah. Gajinya itu dalam bentuk dolar. Namun ini variatif gajinya tergantung daripada hasil yang dia dapat dari korban,” ujarnya, dikutip dari RMOLJateng.

Saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya publik figur lain yang ikut terlibat dalam jaringan ini.

Sebelumnya, Direktorat Siber Polda Jawa Tengah membongkar markas pig butchering di Solo Baru yang menargetkan korban di luar negeri. Selama beroperasi selama setahun, sindikat itu disebut meraup keuntungan hingga Rp41 miliar dari 133 korban.

Dalam pengungkapan tersebut, puluhan orang telah ditetapkan sebagai tersangka, terdiri atas 27 warga negara Indonesia, 4 warga negara Myanmar, dan 7 warga negara Nepal.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya