Kenaikan Harga Minyakita Dinilai Bisa Menekan Daya Beli Masyarakat
WARTAMATARAM.COM – Sinyal kenaikan harga Minyakita yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, dinilai berpotensi menekan kondisi ekonomi masyarakat.
Direktur Eksekutif Ethical Politics Indonesia, Hasyibulloh Mulyawan, mengatakan dampak kenaikan harga tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek elektoral Partai Amanat Nasional (PAN), tetapi juga berdampak lebih luas terhadap daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah.
“Ini akan sangat berdampak dan menjepit ekonomi masyarakat, serta berimplikasi pada ekonomi nasional,” ujarnya kepada RMOL, Sabtu, 25 April 2026.
Hasyibulloh menjelaskan, kenaikan harga kebutuhan pokok seperti minyak goreng dan daging sapi akan membuat masyarakat memusatkan pengeluaran pada kebutuhan utama. Kondisi itu dinilai dapat menekan konsumsi di sektor lain.
Menurut dia, jika masyarakat kelas menengah menahan belanja di luar kebutuhan pokok, maka perputaran ekonomi berpotensi melambat dan turut memengaruhi penerimaan negara, termasuk APBN.
Ia juga menegaskan bahwa minyak goreng bukan hanya kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjadi komponen penting dalam industri besar maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Karena itu, kenaikan harga Minyakita diperkirakan dapat memicu kenaikan harga produk turunan, terutama di sektor makanan, sehingga tekanan terhadap daya beli masyarakat semakin meluas.
“Sehingga adanya kenaikan itu juga produk-produk makanan turunannya akan naik dan berdampak pada daya beli masyarakat,” pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memberi sinyal adanya penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) untuk produk Minyakita. Hal itu disampaikan usai rapat koordinasi bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso.
“Tadi Mendag mengusulkan penyesuaian, tapi saya minta dihitung dulu,” kata Zulhas.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
