Peluang Ekonomi Koperasi Desa dalam Program Makan Bergizi Gratis di NTB

27 Feb 2026 • 10:37 iMedia

Warta Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, mengajak Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih untuk memainkan peranan penting sebagai penyuplai bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. Hal ini disampaikan Iqbal saat kunjungan ke Kopdes Merah Putih di Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, pada Rabu sore, 25 Februari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Iqbal menekankan potensi besar yang bisa dimanfaatkan oleh koperasi desa melalui program nasional ini. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan akan bahan pangan, khususnya telur dan daging, untuk mendukung pelaksanaan MBG di NTB sangatlah tinggi. Sebelum adanya program ini, peternak telur lokal hanya mampu memenuhi sekitar 30 persen dari total kebutuhan daerah, sementara sisanya harus diimpor dari Jawa.

Dengan meningkatnya permintaan akibat program MBG, ia mengingatkan bahwa pasokan dari luar daerah bisa semakin sulit didapat. Oleh sebab itu, ia mendorong pengurus koperasi untuk lebih fokus pada peluang ini. “Tidak perlu memikirkan bisnis lain, konsentrasikan saja pada penyuplayan untuk MBG. Ada hampir 6 triliun rupiah yang berputar di dalam program ini, jadi potensi ekonominya sangat besar untuk daerah kita,” ungkapnya.

Iqbal juga menjelaskan bahwa pada tahun 2026, jumlah dana yang beredar di NTB melalui program unggulan dari pemerintah pusat mencapai Rp5,7 triliun, jumlah ini jauh melampaui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) NTB. Ia menekankan pentingnya koperasi desa untuk menjadi penyedia utama agar masyarakat lokal bisa merasakan manfaat ekonomi dari program tersebut.

Selain itu, Iqbal menyebutkan bahwa Bank NTB Syariah telah menyediakan anggaran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp30 miliar yang dapat dimanfaatkan oleh koperasi dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Skema ini diharapkan dapat dijadikan modal awal untuk membangun usaha peternakan yang mendukung kebutuham MBG.

“Saat ini kami sedang merancang mekanisme pemberian kredit tersebut, Bank NTB pun sudah siap untuk menyalurkan KUR agar program ini tepat sasaran,” lanjutnya. Ia menghimbau agar setelah proposal bisnis siap, koperasi dapat segera mengajukan pinjaman agar modal bisa segera dicairkan.

Di sisi lain, Ketua Kopdes Tegal Maja, Martinom, mengungkapkan bahwa saat ini koperasi yang dipimpinnya baru menjalankan dua jenis usaha, yaitu penjualan beras dan gas LPG. Menindaklanjuti arahan gubernur, dia mengakui adanya potensi besar dari sektor peternakan di desanya, dengan terbentuknya belasan kandang ayam pedaging dan petelur. Namun, masalah permodalan masih menjadi kendala utama.

“Sejak awal kami sudah melihat potensi MBG ini. Jika kami diberikan anggaran lunak, kami bisa segera membangun kandang,” kata Martinom. Ia juga mencatat bahwa Kopdes Merah Putih Tegal Maja kini memiliki 26 anggota, namun ada potensi peningkatan jumlah anggota hingga 200 orang. Selain itu, keterbatasan lahan untuk pembangunan gerai juga menjadi tantangan, sehingga mereka berharap permasalahan ini dapat segera diselesaikan agar usaha koperasi bisa lebih optimal.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya