Kinerja Ekonomi NTB: Pertumbuhan Ekspor dan Pariwisata yang Menjanjikan

07 May 2026 • 08:13 iMedia

Warta Mataram – Kinerja ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Lonjakan yang signifikan terjadi pada sektor ekspor, peningkatan kunjungan wisatawan, serta inflasi yang tetap terjaga. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, MM, dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang diterbitkan pada Senin (4/5/2026).

BPS mencatat bahwa nilai ekspor NTB pada bulan Maret 2026 mencapai US$ 567,57 juta. Ini merupakan kenaikan yang sangat tajam, hingga 9.162,68 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara total, selama Januari hingga Maret 2026, ekspor NTB mencapai US$ 707,92 juta, menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun 2025. Lonjakan ini ditopang oleh ekspor komoditas unggulan, terutama dari sektor pertambangan dan pengolahan tembaga.

“Peningkatan ekspor ini menjadi sinyal positif bahwa aktivitas ekonomi di NTB terus bergerak maju, terutama pada sektor-sektor yang berbasis sumber daya alam dan hilirisasi industri,” jelas Wahyudin.

Di bidang pariwisata, NTB juga mencatatkan hasil yang memuaskan. Jumlah wisatawan mancanegara yang tiba melalui Bandara Internasional Lombok pada bulan Maret 2026 mencapai 6.428 orang, meningkat 24,72 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Di sisi lain, wisatawan domestik atau nusantara berjumlah 1,39 juta orang, menunjukkan pertumbuhan 34,64 persen secara bulanan.

Seiring dengan itu, jumlah tamu yang menginap di hotel, baik bintang maupun non-bintang, juga mengalami peningkatan yang signifikan. Masing-masing tercatat sebanyak 87.816 orang dan 110.249 orang. Kenaikan ini dipicu oleh momentum libur Ramadan dan Idulfitri yang meningkatkan mobilitas masyarakat.

Dalam aspek transportasi, pergerakan penumpang juga mengalami kenaikan yang signifikan. Penumpang angkutan udara domestik meningkat 44,58 persen, sementara angkutan laut naik hingga 39,84 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Ini menunjukkan meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di NTB.

Sementara itu, inflasi NTB secara tahunan pada bulan April 2026 tercatat sebesar 3,27 persen, masih dalam kategori terkendali. Bahkan, terjadi deflasi bulanan sebesar 0,11 persen, yang berkaitan dengan penurunan harga beberapa komoditas pangan, seperti cabai rawit, daging ayam ras, dan sayuran, akibat peningkatan pasokan pasca panen.

“Inflasi NTB tetap terjaga dengan baik, bahkan terjadi deflasi bulanan yang menunjukkan stabilitas harga di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi,” tutur Wahyudin.

Di sektor pertanian, nilai Tukar Petani (NTP) NTB pada bulan April 2026 tercatat sebesar 128,00. Angka ini menunjukkan bahwa daya beli petani secara umum masih berada pada level yang sehat, meskipun terdapat sedikit penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara keseluruhan, BPS menilai bahwa kinerja ekonomi NTB di awal tahun 2026 menunjukkan sinyal positif, dengan dukungan dari sektor ekspor yang kuat, meningkatnya aktivitas pariwisata, serta stabilitas harga yang terjaga. “Ini merupakan pondasi yang penting bagi pertumbuhan ekonomi NTB di masa mendatang, dengan catatan perlunya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan daya beli masyarakat,” tutup Wahyudin.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya