Pentingnya Pelestarian Tradisi Rebo Bontong untuk Pengembangan Pariwisata Lombok Utara

21 Aug 2025 • 23:09 Redaksi

Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, menekankan pentingnya menjaga kelestarian tradisi Rebo Bontong atau ritual Mandi Safar sebagai bagian dari identitas budaya Gili dan modal sosial dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Lombok Utara. Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri Gili Festival 2025 di Gili Air, Desa Gili Indah, Rabu (20/8).

Festival yang menampilkan ritual adat Rebo Bontong ini merupakan salah satu dari 110 Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025 yang dikelola oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Ny. Heny mengatakan, “Rebo Bontong adalah cara kita memaknai alam sebagai bagian dari pensucian diri. Kita mandi di laut untuk kembali suci, maka laut harus dijaga kesuciannya.”

Ia menegaskan bahwa rangkaian tradisi seperti doa bersama, begibung, melarung miniatur kapal, dan mandi laut bukan sekadar seremonial, melainkan simbol solidaritas dan kebersamaan. Ny. Heny menilai, gotong royong dalam persiapan acara, interaksi dengan wisatawan, serta kebersamaan di laut mencerminkan kekuatan budaya yang bernilai tinggi.

Selain itu, Kepala Biro SDM dan Organisasi Kementerian Pariwisata RI, Antonio Wasono Imam Prakoso, menyebutkan bahwa KEN bukan hanya kalender acara tahunan, tetapi sarana untuk memperluas pasar wisata dan memperkuat ekonomi masyarakat. Ia menambahkan, “Gili Festival 2025 menggabungkan tradisi, seni, dan konservasi dengan keindahan tiga Gili, menonjolkan kesetaraan dan kearifan lokal.”

Antonio menekankan bahwa pengembangan event pariwisata harus berangkat dari keunikan dan inovasi kreatif. Kementerian mendukung penuh penyelenggaraan Gili Festival untuk mencapai target wisatawan mancanegara dan domestik pada 2025. Dukungan ini diwujudkan melalui program unggulan seperti transformasi digital pariwisata dan pengembangan wisata berbasis budaya lokal.

Di akhir pernyataannya, Ny. Heny menyoroti pentingnya menyeimbangkan modernisasi dengan kearifan lokal dalam menjaga tradisi. Ia menegaskan komitmen Bhayangkari untuk terlibat aktif dalam kegiatan budaya dan pariwisata di masa mendatang.

Redaksi
Penulis.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya