Inovasi dan Pariwisata Berkelanjutan Dibahas di Rakornas 2026

28 May 2026 • 22:21 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2026 pada hari kedua membahas strategi inovasi pengembangan pariwisata daerah serta penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan.

Kepala Bidang Data Informasi dan Pengembangan Destinasi Disparekraf DKI Jakarta, Bima Agung, mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus memperkuat sinergi dengan kementerian maupun antarinstansi di internal pemerintah daerah dalam pengembangan destinasi dan penyelenggaraan kegiatan kepariwisataan di Jakarta.

Menurut Bima, transformasi pariwisata dan ekonomi kreatif di Jakarta difokuskan untuk memperkuat posisi ibu kota sebagai hub pariwisata dan ekonomi kreatif nasional maupun internasional. Arah pengembangannya dibagi ke dalam tiga fokus utama, yakni pengembangan destinasi wisata unggulan baru seperti wisata urban, heritage, pesisir, dan kepulauan; penguatan industri MICE yang didukung infrastruktur bertaraf internasional; serta pengembangan creative hub sebagai ruang tumbuh ekosistem ekonomi kreatif Jakarta.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarjaya, menyampaikan sektor pariwisata masih menjadi tulang punggung ekonomi Bali dengan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai 66 persen pada 2025. Meski begitu, Bali juga menghadapi tantangan berupa alih fungsi lahan sawah, peningkatan volume sampah, kerusakan ekosistem lingkungan, kemacetan, dan ketimpangan aktivitas wisata antara Bali Selatan dan wilayah lainnya.

Karena itu, pembangunan pariwisata Bali ke depan akan diarahkan pada penguatan kebudayaan Bali, pembangunan destinasi baru, pengembangan infrastruktur strategis, pelestarian lingkungan, serta promosi pariwisata terpadu. Wayan menyebut arah kebijakan tersebut sejalan dengan pembangunan pariwisata regeneratif.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Timur (NTT), Doris Alexander Rihi, menegaskan NTT akan terus didorong sebagai destinasi pariwisata bernilai tinggi, berkelanjutan, dan berbasis pengalaman mendalam dengan kekuatan alam, budaya, dan sosial masyarakat setempat.

NTT, kata Doris, perlu diposisikan sebagai Indonesia’s special tourism frontier dengan lima kekuatan utama, yakni eco and conservation tourism, marine and island tourism, cultural and heritage tourism, sport and adventure tourism, serta community-based tourism.

Kelima kekuatan itu akan dikembangkan melalui klaster pengalaman wisata, seperti Exotic Flores yang menonjolkan wisata konservasi, bahari, dan pengalaman religius; Exotic Sumba berbasis kampung adat, tenun, ritual budaya, serta resort kelas internasional; dan Exotic Timor yang menawarkan wisata perbatasan, astronomi, bahari, dan petualangan.

Direktur Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital Bappenas, Wahyu Wijayanto, menambahkan bahwa di tengah tantangan optimalisasi anggaran, diperlukan penajaman program yang memiliki dampak berantai besar terhadap perekonomian.

Ia menilai belanja kementerian dan lembaga perlu diprioritaskan pada program dengan multiplier effect tinggi, seperti konektivitas destinasi, event internasional, penguatan UMKM pariwisata, dan pengembangan tematik pariwisata. Selain itu, penguatan digitalisasi, pengembangan satu data pariwisata, serta peningkatan kualitas destinasi unggulan juga dinilai penting.

Wahyu menegaskan kolaborasi lintas sektor kementerian dan lembaga juga perlu diperkuat kembali, terutama dalam pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 3 Destinasi Pariwisata Regeneratif.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya