Gubernur NTB Tinjau Harga Bahan Pokok Menjelang Idulfitri

13 Mar 2026 • 10:30 iMedia

Warta Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, mengunjungi Pasar Brang Biji, Sumbawa, pada Kamis (12/3/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung perkembangan harga bahan pokok menjelang peningkatan permintaan pada Idulfitri.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan Gubernur NTB di Kabupaten Sumbawa. Dalam sidak ini, Gubernur melakukan dialog dengan para pedagang serta memeriksa harga berbagai komoditas pangan yang strategis.

Setelah melakukan pemantauan di pasar, Gubernur menemukan bahwa harga cabai rawit masih berkisar antara Rp110 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram. Ia mengungkapkan bahwa harga ini tergolong tinggi, terutama mengingat Pasar Brang Biji bukan pasar induk yang menjadi pusat distribusi utama.

“Hasil pengecekan kami menunjukkan bahwa harga cabai rawit masih cukup mahal. Ini juga disebabkan oleh fakta bahwa pasar ini bukan pusat distribusi utama, sehingga pasokan tidak sebanyak di pasar induk,” tuturnya.

Kenaikan harga ini, menurut Gubernur, terjadi karena mekanisme pasar, di mana tingginya permintaan tidak diimbangi dengan pasokan yang cukup. Sebelumnya, pemerintah provinsi NTB telah berupaya menambah pasokan cabai dengan mendatangkan lebih dari satu ton cabai dari Enrekang, Sulawesi Selatan. Namun, usaha ini belum sepenuhnya mampu menurunkan harga di pasar.

Untuk mengatasi situasi ini, Pemprov NTB sedang menjajaki opsi tambahan pasokan cabai dari luar daerah dengan berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional. Data distribusi antarwilayah dari Bapanas akan digunakan sebagai acuan untuk menemukan daerah pemasok yang memiliki surplus produksi cabai.

“Kami terus menjalin komunikasi dengan Badan Pangan Nasional untuk menemukan daerah yang memiliki harga cabai lebih rendah dan memfasilitasi distribusi ke NTB sebagai langkah intervensi pasar,” tambahnya.

Sebagai bagian dari pemantauan, Gubernur juga mengecek harga minyak goreng dan beras. Pemerintah membuka peluang intervensi melalui kerjasama dengan Perum Bulog guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok di pasar.

Selama kunjungan, ia mencatat bahwa harga minyak goreng bersubsidi “Minyak Kita” di Sumbawa masih cukup tinggi. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh ketidakberdayaan beberapa pedagang dalam mengakses jalur distribusi resmi.

Pemantauan pasar seperti ini, menurut Miq Iqbal, akan berlanjut sepanjang bulan Ramadan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok di seluruh NTB. “Pemerintah harus hadir untuk menjaga agar harga tetap terkendali dan kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi, terutama menjelang hari raya saat permintaan meningkat,” tutupnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya