Dalam WHA, BPOM Soroti Kolaborasi untuk Inovasi dan Kepercayaan pada Vaksin

28 May 2026 • 22:21 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menekankan pentingnya kolaborasi, penguatan sistem regulatori berbasis sains, dan harmonisasi aturan untuk mempercepat pengembangan serta meningkatkan kepercayaan terhadap vaksin dalam World Health Assembly (WHA) ke-79.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, sistem regulatori yang kuat menjadi elemen strategis untuk memperkuat kepercayaan sekaligus mempercepat pengembangan dan produksi vaksin, khususnya di negara-negara Global South.

Hal itu disampaikan Taruna dalam sesi panel bertajuk Building Resilient Vaccine Ecosystems di WHA. Ia menilai, kolaborasi dan inovasi perlu terus diperkuat agar sistem kesehatan global semakin tangguh menghadapi tantangan di masa depan.

“Dalam lanskap yang terus berkembang ini, kolaborasi bukan lagi menjadi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan,” ujar Taruna di Jakarta, Kamis.

Pertemuan WHA ke-79 yang berlangsung pada 18—23 Mei 2026 membahas sejumlah isu utama dalam penguatan sistem kesehatan global, termasuk peningkatan akses terhadap produk kesehatan, penguatan kapasitas manufaktur lokal, dan pembenahan sistem regulatori.

Dalam sesi Address by the Director-General of WHO pada Selasa (19/5), Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan capaian organisasi tersebut selama 12 bulan terakhir. Salah satunya adalah penetapan lima negara tambahan sebagai WHO-Listed Authority (WLA), yakni Australia, Kanada, Indonesia, Jepang, dan Inggris.

Taruna menilai, pengakuan itu mempertegas kapasitas sistem regulatori Indonesia dalam menjamin keamanan, khasiat, dan mutu produk kesehatan sesuai standar global.

Sejalan dengan agenda tersebut, Pemerintah Indonesia bersama Developing Countries Vaccine Manufacturers Network dan sejumlah mitra global juga menggelar side-event bertajuk Advancing Local Production for Equitable Access, Resilient Health Systems, and Global Health Security.

Forum itu menjadi wadah strategis bagi pemimpin kesehatan global, regulator, organisasi internasional, produsen vaksin, dan mitra pembangunan untuk mendorong penguatan kapasitas produksi lokal dan regional demi mendukung ketahanan kesehatan dunia.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Menteri Kesehatan RI, Menteri Kesehatan, Kesejahteraan, dan Olahraga Belanda, Direktur Jenderal NAFDAC Nigeria, CEO CEPI, CEO Gavi, serta para pemimpin lembaga kesehatan internasional lainnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya