Perdamaian Timur Tengah Menahan Kenaikan Harga Minyak

18 Apr 2026 • 17:23 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Harga minyak dunia turun pada perdagangan awal Jumat, 17 April 2026, seiring meningkatnya harapan bahwa konflik di Timur Tengah dapat mereda.

Optimisme pasar muncul setelah dimulainya gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon, serta rencana pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dalam waktu dekat.

Mengutip Reuters, pada awal sesi harga minyak mentah Brent turun 1,34 dolar AS atau 1,35 persen menjadi 98,05 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 1,65 dolar AS atau 1,74 persen ke level 93,40 dolar AS per barel, setelah sebelumnya sempat menguat.

Sentimen positif pasar dipicu pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut AS dan Iran kemungkinan akan menggelar pembicaraan pada akhir pekan. Ia mengatakan kedua pihak sudah sangat dekat mencapai kesepakatan, meski hasil akhirnya masih belum pasti.

Trump juga mengungkapkan bahwa Iran disebut bersedia tidak mengembangkan senjata nuklir selama lebih dari 20 tahun. Pernyataan itu semakin memperkuat ekspektasi bahwa ketegangan geopolitik dapat berkurang dalam waktu dekat.

Meski turun di bawah 100 dolar AS per barel, harga minyak masih bertahan di kisaran 90-an dolar AS dalam sepekan terakhir, mencerminkan pasar yang tetap dibayangi ketidakpastian.

Di tengah perkembangan tersebut, negosiator AS dan Iran dilaporkan mulai mengalihkan fokus ke kesepakatan sementara untuk mencegah konflik kembali memanas. Namun, operasi militer Israel di Lebanon masih menjadi faktor penghambat utama dalam upaya mencapai perdamaian yang lebih luas di kawasan.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya