Sudahi Konflik, Saatnya NU Kembali Solid

20 Apr 2026 • 02:14 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Suasana hangat mewarnai silaturahmi PWNU dan PCNU se-DIY bersama KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam di Aula PWNU DIY. Pertemuan itu menjadi ruang refleksi sekaligus ajakan untuk mengakhiri konflik di tubuh Nahdlatul Ulama.

Dalam forum tersebut, Gus Salam yang merupakan cucu pendiri NU KH Bishri Syansuri, memaparkan gagasan mengenai masa depan NU. Ia menekankan pentingnya rekonsiliasi menyeluruh di tubuh jam’iyyah.

“Saya datang jelang waktu Isya disambut Kiai Mukhtar, kemudian disusul pengurus yang lain. Dan alhamdulillah, sebelum acara dimulai Masyayikh Ploso dan Lirboyo, Kediri bisa ngobrol gayeng dengan pengurus,” kata Gus Salam, Minggu, 19 April 2026.

Sejumlah isu dibahas dalam pertemuan itu, mulai dari persoalan ideologis hingga teknis organisasi. Semua dibicarakan bersama pengurus PWNU dan PCNU se-DIY.

Gus Salam menyebut rekonsiliasi harus dijalankan dengan memulihkan hubungan seluruh unsur di jam’iyyah Nahdlatul Ulama demi menjaga persatuan. Menurut dia, persatuan hanya bisa dibangun kembali bila semua pihak mengesampingkan ego pribadi dan kelompok.

“Rekonsiliasi dijalankan dengan memulihkan hubungan semua unsur di jam’iyyah Nahdlatul Ulama demi menjaga persatuan. Dan persatuan itu bisa dibangun kembali bila semuanya dengan penuh kesadaran bisa mengabaikan ego pribadi dan kelompok serta perbedaan-perbedaan yang membatasi untuk bisa bersatu,” ujarnya.

Ia menegaskan, kekuatan Nahdlatul Ulama terletak pada kebersamaan seluruh elemen. Dengan persatuan, NU diyakini dapat kembali merajut langkah untuk memulihkan marwah, wibawa, dan khidmah perjuangan di tengah masyarakat, sebagaimana garis perjuangan para muassis dan pendahulu.

Gus Salam juga menyinggung wasiat KH Ali Maksum yang dinilainya penting sebagai pijakan bagi nahdliyin. Wasiat itu, kata dia, mencerminkan nilai-nilai utama NU, yakni ruhul ma’had atau jiwa pesantren, ruhul jihad atau semangat perjuangan, serta ruhul khidmah atau jiwa pengabdian demi kemaslahatan umat.

Ketua rombongan, KH M. Makmun Mahfudz yang juga dzurriyah PP Al-Falah Ploso sekaligus Ketua PCNU Kabupaten Kediri, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari PWNU DIY. Ia juga memperkenalkan Gus Salam sebagai cucu pendiri NU KH Bishri Syansuri, sekaligus bagian dari keluarga besar PP Al-Falah Ploso dan PP Lirboyo, Kediri.

Gus Makmun menambahkan, silaturahmi tersebut juga menjadi bagian dari ikhtiar Gus Salam yang tengah maju sebagai kandidat Ketua Umum PBNU dalam muktamar mendatang.

Dialog hangat itu ditutup dengan pesan reflektif dari Rais PWNU DIY, KH Mas’ud Masduki. Ia mengajak seluruh elemen NU segera mengakhiri berbagai ketegangan dan menggantinya dengan semangat kebersamaan.

Menurut dia, jalan terbaik ke depan adalah saling merangkul dalam bingkai khidmah yang konsisten dan penuh keikhlasan demi kemaslahatan NU.

“Kita di NU sudah lama berkonflik, kemudian terjadi ishlah. Kini, saatnya bersalam-salaman,” pungkas Kiai Mas’ud.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya